Tanpa kategori

Ketahuilah! Emang masih banyak ga taunya

Posted on Updated on

Manusia emang masih banyak keterbatasannya ternyata,  jangan kan manusia wong teknologi saja terkadang juga sama terbatas nya. Apa lagi daku ini,  keterbatasan dan ngga tau nya ya masih banyak buanget. Makanya kalau pas lagi salah ya di maklumin ya -ngeles haha. Masih belajar. 

Kesasar. Kejadian yang rutin aku alami mbuh itu di Bojonegoro ataupun di Semarang.  Biasanya nyasarnya cuma pas siang hari yang, dimalam hari yang bikin malah merinding dan pengen cepet pulang. Jam setengah 10 an nyasar di kompleks,  sehabis nemenin belajar anak orang. Ketika liat GPS malah lebih kesasar. Lol.  Akhirnya diselametin sama tukang jaga post ronda.  Hiks sekali. 

Apa yang harus aku lakukan biar ga nyasar-nyasar terus gaes?  Apa karena aku juga ga mudeng-mudeng tentang kidul-etan-kulon-elor juga ya :’.  Padahal udah 2 tahun loh… Apalnya baru kanan-kiri.

Tapi sebenernya nyasar itu seru kok,  pernah nyasar juga dan berakhir touring kota haha.  Nyasar baik asal dengan kondisi yang sesuai. 

Belajar dari Kasus Sevel: Memprediksi Kebangkrutan Perusahaan Berdasarkan Ilmu Ekonomi

Posted on Updated on

seven eleven
Gambar oleh kaskus.com

Oleh: Diah Ayu Suci Kinasih, blogger/penulis di saintif.com

Bulan Juni kemarin kita diramaikan oleh kasus penutupan Gerai Seven Eleven (Sevel) telah hadir di Indonesia sejak 2009 lalu. Wirlaba yang berbasis di Dallas, Texas, Amerika Serikat itu dikelola oleh PT Modern Putra Indonesia (MPRI). Sejak pertama kali, gerai Sevel tumbuh dan berkembang. Gerai terkenal dan di senangi anak muda. Awalnya Sevel mempunyai 1 gerai pada tahun 2009, kemudian naik secara signifikan hingga 190 unit pada tahun 2014. Namun perlahan mulai susut pada tahun 2016 lalu menjadi 175 unit. Susutnya jumlah gerai ini mempengaruhi kinerja induk perusahaan Sevel, PT Modern Internasional Tbk (MDRN). Di kuartal III – 2016, penjualan anjlok mencapai 31 persen dari 962,80 miliar menjadi 660,67 miliar. Sementara itu sepanjang tahun lalu, perseroan juga mengalami kerugian sebesar 162,02 miliar. Hingga tanggal 30 Juni 2017 kemarin, seluruh gerai Sevel di Indonesia resmi di tutup. Sevel hanya bertahan sekitar 8 tahun di Indonesia.

Hal tersebut bukan satu-satunya yang pernah terjadi di Indonesia, kasus serupa juga terjadi pada perusahaan yang bergerak dalam bidang industri teknologi Toshiba dan Panasonic di Indonesia. Akibatnya 2500 karyawan tekena pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada tahun 2016. Penutupan ini diakibatkan karena terimbas dari lesunya penjualan produk elektronik perusahaan asal jepang tersebut.

Lantas apakah yang menyebabkan hal tersebut, Apakah kita tidak dapat mengantisipasi kejadiaan tersebut?

Beradasarkan ilmu ekonomi, kemungkinan kebangkrutan dapat diprediksikan dengan mengamati Read the rest of this entry »

Semester 4 Selesai

Posted on

Alhamdulillah semester 4 selesai juga.  Baru nyadar kalau udah 2 tahun kuliah haha

Selamat liburan,  kembali kerumah bertemu keluarga yang selalu merindukan. 

Semoga semester 5 yang bakal lebih banyak kegiatan,  makin rada sibuk masih bisa semangat dan baik-baik saja – sedikit khawatir :’ – 

Selama semester ini,  banyak hal yang belum aku lakuin – banyak banget-,  banyak yang masih kececer-cecer. Semester target nya harus di lakuin,  dicoba 🙂 

Mungkin aku juga bakal banyak off di sosmed,  Facebook,  Blog ini,  WA,  line – sesekali-, Instagram.  Yang pengen ngehubungi sabar-sabar aja ya kalau nggak fast respons lagi. 

Hihi

Post Kosong

Posted on

Selangkah lagi ternyata  masa nya udah hampir berakhir

tapi kok ya masih banyak perlu evaluasi, ngerasa banyak yang belum jalan :’

akhir-akhir ini mulai sedikit—banyak– loyo, nggak semangat padahal harusnya semangatnya di gass.

haha…

ya sudah nanti di gass lagi, pakai bantuan minyak tanah biar berkobar lagi -nggak jelas -_- –