Author: Diah Ayu Suci Kinasih

Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya – Bagaimana Mencetak Genius yang Bahagia

Posted on Updated on

Genius Bahagia

Okay untuk beberapa post ke depan, aku bakal share tentang buku pas liburan ini aku baca. Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya Bagaimana Mencetak Genius yang Bahagia. Bukunya bagus banget, dengan pembahasan yang sitematis dan sedikit banyak bakal ngasih mind set dan sudut pandang baru buat kita. Terutama dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, peningkatan kemampuan. Cocok banget buat kalian yang pengen ngembangin diri, menjadi seorang pendidik bahkan yang pengen menjadikan anaknya expert dalam bidang tertentu.

Dalam buku ini, kita dibawa Read the rest of this entry »

Ketahuilah! Emang masih banyak ga taunya

Posted on Updated on

Manusia emang masih banyak keterbatasannya ternyata,  jangan kan manusia wong teknologi saja terkadang juga sama terbatas nya. Apa lagi daku ini,  keterbatasan dan ngga tau nya ya masih banyak buanget. Makanya kalau pas lagi salah ya di maklumin ya -ngeles haha. Masih belajar. 

Kesasar. Kejadian yang rutin aku alami mbuh itu di Bojonegoro ataupun di Semarang.  Biasanya nyasarnya cuma pas siang hari yang, dimalam hari yang bikin malah merinding dan pengen cepet pulang. Jam setengah 10 an nyasar di kompleks,  sehabis nemenin belajar anak orang. Ketika liat GPS malah lebih kesasar. Lol.  Akhirnya diselametin sama tukang jaga post ronda.  Hiks sekali. 

Apa yang harus aku lakukan biar ga nyasar-nyasar terus gaes?  Apa karena aku juga ga mudeng-mudeng tentang kidul-etan-kulon-elor juga ya :’.  Padahal udah 2 tahun loh… Apalnya baru kanan-kiri.

Tapi sebenernya nyasar itu seru kok,  pernah nyasar juga dan berakhir touring kota haha.  Nyasar baik asal dengan kondisi yang sesuai. 

Deliberate Practice Latihan Menjadi Expert

Posted on Updated on

Deliberate Practice.png

Kamu pasti pernah merasa kan, udah belajar tapi nggak paham-paham sama konsep pelajarannya.  Udah belajar tapi nggak ada peningkatan kemampuan sama sekali. Mungkin ada yang salah tuh sama sistem belajarnya.

Diartikel ini bakal ngebahas sistem belajar dengan cara  Deliberate Practice. Dimana Deliberate Practice  Read the rest of this entry »

Tentang Liburan

Posted on Updated on

tak terasa ya udah lama banget ga pernah bikin post blog lagi, jangan kan bikin post wong lihat saja juga jarang. kurang lebih udah sebulan belum ngeblog lagi. ya maklum aja sih, signal di hape juga nggak memungkinkan buat tetring dan aku pun ngga mau bolak-balik ke warnet. haha. ini cuma alasan. tapi, lagi pula di post sebelumnya kan juga udah ada penguman kalau bakal jarang ngeblog. dan itu bener. but, mengenai signal yang nggak lancar dan aku bakal susah di hubungin sepertinya itu salah. wong malah saya sering aktif sosial media. sungguh. tapi dari hati terdalam, aku kangen banget liat blog ini. haha… dia udah kaya rumah ngga ada penghuninya. padahal penghuninya banyak yang nyariin :v.

mengenai post blog yang sebelumini, yang di post tadi banget itu. topik postny emang bener udah kadaluarsa dan udah ga panas lagi — tapi mungkin coba diangetin lagi deh. tapi dari pada nganggur ngga di terbitin ya mending di terbitin sendiiri to 😀

 

Belajar dari Kasus Sevel: Memprediksi Kebangkrutan Perusahaan Berdasarkan Ilmu Ekonomi

Posted on Updated on

seven eleven
Gambar oleh kaskus.com

Oleh: Diah Ayu Suci Kinasih, blogger/penulis di saintif.com

Bulan Juni kemarin kita diramaikan oleh kasus penutupan Gerai Seven Eleven (Sevel) telah hadir di Indonesia sejak 2009 lalu. Wirlaba yang berbasis di Dallas, Texas, Amerika Serikat itu dikelola oleh PT Modern Putra Indonesia (MPRI). Sejak pertama kali, gerai Sevel tumbuh dan berkembang. Gerai terkenal dan di senangi anak muda. Awalnya Sevel mempunyai 1 gerai pada tahun 2009, kemudian naik secara signifikan hingga 190 unit pada tahun 2014. Namun perlahan mulai susut pada tahun 2016 lalu menjadi 175 unit. Susutnya jumlah gerai ini mempengaruhi kinerja induk perusahaan Sevel, PT Modern Internasional Tbk (MDRN). Di kuartal III – 2016, penjualan anjlok mencapai 31 persen dari 962,80 miliar menjadi 660,67 miliar. Sementara itu sepanjang tahun lalu, perseroan juga mengalami kerugian sebesar 162,02 miliar. Hingga tanggal 30 Juni 2017 kemarin, seluruh gerai Sevel di Indonesia resmi di tutup. Sevel hanya bertahan sekitar 8 tahun di Indonesia.

Hal tersebut bukan satu-satunya yang pernah terjadi di Indonesia, kasus serupa juga terjadi pada perusahaan yang bergerak dalam bidang industri teknologi Toshiba dan Panasonic di Indonesia. Akibatnya 2500 karyawan tekena pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada tahun 2016. Penutupan ini diakibatkan karena terimbas dari lesunya penjualan produk elektronik perusahaan asal jepang tersebut.

Lantas apakah yang menyebabkan hal tersebut, Apakah kita tidak dapat mengantisipasi kejadiaan tersebut?

Beradasarkan ilmu ekonomi, kemungkinan kebangkrutan dapat diprediksikan dengan mengamati Read the rest of this entry »