DULU SAYA PENYEBAR HOAX, SEKARANG TIDAK

Manusia berada pada Zaman di mana semua orang mempunyai akses terhadap internet. Berdasarkan data statistik Global Web Index, Pengguna internet menempati urutan ke tujuh sebanyak 58 juta orang dan tingkat pertumbuhan kedua di dunia.

Dengan hal ini kita perlu bangga ternyata orang Indonesia lagi suka-sukanya berinternet, namun perlu diketahui pula dengan adanya akses yang besar tak semerta-merta membawa dampak positif. Pengembangan pesat internet– terutama sosial media memunculkan istilah bernama hoax.

Nah si hoax merupakan berita yang seolah-olah benar tapi nyatanya bohong. Dimana suatu kevalidasian data dalam berita tersebut tidak dapat ditarik kebenarannya. Padahal kita pun tidak suka dibohongi tentunya, oleh sebab itu kita perlu belajar dan mengerti bagaimana menghadapi berita hoax ini.

Sebelum itu kita harus kenalan dulu sama apa saja yang menjadi ciri-ciri dari berita hoax.

Kalau bisa disebutin, begini ciri-ciri suatu berita hoax

  1. Too good to be true
    Too bad to be true

Intinya isi berita hoax itu berlebihan banget, informasinya ngga make sense banget. Seperti

Amerika punya mesin HAARP yang bisa mengendalikan cuaca dan pikiran

Paus membuat pernyataan publik berpindah agama

2. Sumbernya ga jelas

Biasanya untuk membuat seolah berita itu benar, pembuat berita hoax seringkali mencoba membuat berita tersebut se-menyakinkan mungkin dengan mengambil referensi atau pendapat orang tertentu.

Namun begitu ditelusuri ternyata tidak ada kebenaran di dalamnya.

Seringkali Isi pemberitaan atau informasinya cenderung tidak berimbang dan cenderung menyudutkan pihak tertentu.

3. Menggunakan kalimat paranoid

“ Tolong sebarkan saudaraku… demi kebaikan orang-orang yang kita sayangi”

Udah pada tahu semua kan maksudnya. Ehe

Bermuatan fanatisme atau nama ideologi, judul dan pengantarnya provokatif, menyembunyikan fakta atau data. Biasanya diikuti dengan artikel klikbait XD

4. Melalui Media Sosial

Sejauh ini banyak media sosial yang tidak kredibel atau tidak punya integritas menjadi media penyebar situs hoax. Bukan di situs-situs berita, melainkan pada ragam aplikasi media sosial, lewat timeline Twitter, Facebook, Instagram, bahkan Youtube. Media ini mendapatkan porsi sharing tertinggi.

Sudah dapat mengenali ciri-ciri berita hoax. Kalau kurang jelas kamu bisa memahami lebih lanjut dengan referensi yang saya gunakan.

Setelah ngerti ciri-cirinya.

Eh, ternyata saya dulu sering juga ngeshare artikel atau kabar hoax XD. Lewat facebook dan line terutama. Karena ya tadi karena informasinya mengejutkan dan membuat kita simpati, akhirnya dishare juga.

Padahal bisa jadi informasi tersebut memberikan dampak yang negatif bagi kita dan orang lain. Apalagi konten seperti itu tak jarang digunakan sebagai sarana untuk menjatuhkan atau mengadu domba pihak tertentu. Serem ya

Dan sekedar info ya…..

Tahun 2016 lalu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan ada 800K situs di Indonesia terindikasi sebagai penyebar berita hoax dan hate speech. Dan ini diprediksi bakal bertambah tiap tahunnya.

Wow. Banyak sekali ya. Berarti kita harus bener-bener membentengi diri kita dari hal tersebut.

Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar tidak seperti saya

….yang dulunya sering banget ngeshare berita hoax. Tapi untungnya sekarang tidak lagi. Berikut tipsnya.

  1. Jangan terburu-buru membagikan informasi
http://www.techeconomy.it

Manusia cenderung ingin menjadi yang terdepan dan tercepat dalam membagikan informasi. Padahal yang dishare belum terntu benar.

Tahan diri kamu. Jangan terburu-buru.

Apalagi kalau informasinya sudah mengandung ciri-ciri di atas.

Kemudian lakukan langkah selanjutnya

2. Verifikasi Informasi

Hal mendasar untuk menghadapi berita hoax adalah melakukan verifikasi informasi yang kita dapat. Bersikaplah skeptis terhadap informasi yang kamu dapat, jangan menelannya mentah-mentah.

Untuk mengecek kredibelitas sumer berita atau informasi yang kita dapat kamu dapat mengkonfirmasinya lewat

· google scolar, untuk melakukan pencarian jurnal ilmiah

· google books, pencarian buku terkait

· google images, untuk konten berupa gambar

3. Gunakan sumber yang kredibel

Jika kamu ingin mencari atau menggunakan sumber rujukan untuk verifikasi data. Carilah sumber yang kredibel dan dapat dipertanggung jawabkan isinya.

Sumber ini bisa berupa

· Jurnal penelitian

· Website pemerintah

· Buku

· Artikel –yang menggunakan acuan dari sumber terpercaya. Minimal menyertakan referensi tulisan yang dapat diklarifikasi.

Jadi Jangan Kemakan Hoax

Jadi begitu ya gaes…
Jangan sampai kemakan hoax.

Seperti yang disebutkan di atas, pembuat konten berita hoax itu buanyyaaak banget. Namun berbanding terbalik dengan pembuat konten anti-hoax untuk memberantas berita dan informasi hoax. Sayang sekali bukan?.

Namun untung saja c2live.com bersama lomba blognya membantu kita buat lebih sigap dalam menanggapi dan menangani berita-berita hoax.
Kalian juga bisa mengikuti lombanya serta berpartisipasi menulis disana lho. Karena semakin banyak tulisan positif dan edukatif semakin banyak pula orang-orang yang tercerdaskan.

Selain itu kamu juga bisa mendapatkan berbagai macam informasi yang bermanfaat dan nggak hoax dong tentunya di c2live.com 😀

Sekian terimakasih

Tentang Penulis

Nama lengkap Diah Ayu Suci Kinasih, seorang mahasiswa jurusan fisika di Universitas Diponegoro — Semarang. Suka membaca dan menulis. Salah satu penulis sains di saintif.com

Referensi

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20161229170130-185-182956/ada-800-ribu-situs-penyebar-hoax-di-indonesia

https://www.kaskus.co.id/thread/579ecd745a516321648b456b/tips-untuk-mengenali-berita-hoax-biar-ga-gampang-ketipu/?ref=postlist-21&med=recommended_for_you

https://saintif.com/internet-bodoh/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s