From Tembalang to Malaysia

Meninjau Seberang Negeri

21–25 Februari lalu alhamdulillahnya diberi kesempatan buat melancong ke negeri seberang. Bukan buat berplesir ria, melainkan mengikuti event Malaysia Technology Expo MTE 2018 di Kuala Lumpur Malaysia. Namun akhirnya ya tetap ada jalan-jalannya juga sih.

Kurang lebih begini yang saya rasakan selama di Malaysia kemarin….

Keberangkatan…

dimulai sekitar jam 6 di Sekretariat RIC — Universitas Diponegoro Semarang. kami bergegas naik grab menuju Bandara Ahmad Yani Semarang.

Namun ada sedikit masalah terhadap barang bawaan kami sehingga harus ngurus kesana kesini walaupun pada akhirnya barang tersebut ditahan juga.

kami terbang dari semarang — malaysia pukul 09.00 WIB sampai di Malaysia sekitar pukul 12.00 waktu Malaysia.

Ini merupakan kali pertama penerbangan yang saya lakukan. Ternyata ya enak juga ya naik pesawat. Walaupun yang diliat cuma langitnya saja.

sampai di Kuala Lumpu, hal pertama yang saya rasakan adalah kalau disini udaranya kering dan panas sekali. Membuat tubuh merasa dehidrasi dan lapar. Keadaannya tapi ngga beda-beda tipis kok sama di Jakarta.

Penginapan Kami

Selepas tiba di Kuala Lumpur Air Port KLIA II. Kami segera bergegas ke penginapan. Daerah penginapan kami berada di China Town Malaysia. Tempatnya di Allexsis Hotel.

Walaupun sempat ada sedikit cek-cok dengan pemilik hotel pada akhirnya kami tinggal disini.

Oh iya… ini bukan seperti Allexsis Hotel yang di Jakarta ya.

Mode Transportasi yang Berbeda

Telihat jelas bawasanya transportasi disini cukup berbeda dengan Indonesia. Jika kamu menyusuri ibu kota Indonesia tentunya kemacetan bakal kamu temui dimana-mana.

Kalau disana nyatanya tidak demikian. Hampir tidak pernah saya merasakan kemacetan disini. semuanya ramai lancar. Jarang sekali ada kendaraan bermotor karena sistem transportasi umumnya sudah baik — kalau dibanding dengan Singapura ya masih kalah sih, tapi kalau sama Indonesia XD

Secara umum ada dua jenis transportasi yang disediakan disana bus dan basis rel. Keduanya murah dan nyaman bahkan juga ada yang gratis. Dan kami serombongan paling antusias nyari yang gratis-gratis. Hehe.. namanya juga mahasiswa ya.

Mengantri pembelian tiket LRT 
paling sering transit ke statiun Masjid Jamek

Paling sering kita naik RapidKL sama GoKL yang bisa nganterin kamu gratis kemana-mana. Tapi kalau RapidKL mah harus bayar dulu, dari tempat acara ke KLCC cuma 35 RM buat 1 orang. Terlebih dahulu musti bayar online, kemudian dapat kepingan koin sebagai tiketnya.

Tapi sebenernya saya mah juga ngga paham-paham banget untuk pakai transportasi apa — ngikut temen yang udah pernah main kesana. Toh kalau dipahamin ya rada pusing juga karena peta nya seperti ini…

peta laluan gokl

Makan Masakan Ala Malaysia

sejauh-jauh kau melancong tetaplah
enak masakan kampung halaman

Sejauh ini itulah yang saya rasakan selama seminggu di Malaysia. Walaupun tampilannya lumayan mirip tetapi rasanya kurang cocok di lidah saya. Rasanya terlalu banyak bumbu-bumbu aneh di dalamnya — presepsi pribadi sih.

Tapi kalau kamu orang sumatera atau padang mungkin tidak terlalu masalah dengan cita rasanya. Karena mayoritas masakan disana tipe-tipe masakan di Rumah Makan Padang.

Lalu, Susah ga sih nyari halal food…

Karena mayoritas disana orang muslim. Malaysia bentuk negaranya masih kesultanan juga. jadinya ngga begitu susah buat nyari halal food. Kami tinggal di penginapan daerah China Town yang mayoritasnya orang China dan Alhamdulillahnya masih banyak pedagang yang jual halal food.

Untuk harganya bervarisi tinggal menyesuaikan keinginan dan kantong kamu aja. Untuk sekali makan berkisar 3–10 ringgit (1 RM — Ringgit berkisar Rp 3.500) ada juga nasi lemak seharga 1.5 RM atau kalau mau ayam tinggal bayar 7 RM.

Penduduk Sederhana Malaysia

penduduknya sederhana-sederhana ndak begitu berlebihan wkwk. Tapi dari segi mode nya masih ngetrendan di Indonesia.

 — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —

mungkin ini cuma se- part cerita waktu di Malaysia kemarin.

Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin disampaikan…
terutama tujuan awal mengapa kami ke sini

untuk lanjutannya bisa kamu simak di tulisan berikutnya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s