Pengembangan Teknologi Alat Pembunuh Kanker Pak Warsito

home1-6

sumber : www.c-techlabs.com

Introducing  Researches at C-Tech Labs Edwar Technology
oleh
Warsito P Taruno

Penemu alat pembasmi sel kanker ECCT (Electro-Capacitive Cancer Therapy)

Pengembangan Brain to Brain Communication

Komunikasi otak terjadi dimana otak melakukan komukasi aktif. Berkomunikasi dengan komputer yang di hubungkan ke jaringan internet yang dilakukan secara real time. Pengembangan dari brain to brain communication ini dimulai Pak Warsito dari 2004. Dimana tahun 2004 ini masih dilakukan riset-riset pengembangan seperti bagaimana melihat partikel yang bergerak secara 4 dimensi didalam otak serta menggolah datanya secara real time didalam reaktor. 2008 mulai dikembangkan scaner untuk sel yang di aplikasikan pada tahun 2010 untuk deteksi otak secara langsung dan 2011 nya diaplikasikan pada kanker payudara.

Hal ini sangat memungkinkan untuk terjadi dengan didukungnya teknologi ECVT (Electrical Capacitance Volume Topography). Menggunakan teknologi ini sangat memungkinkan untuk memindai aktivitas otak manusia secara 4D. Dan juga mendukung komunikasi otak ke mesin, atau otak ke internet.

Teknologi Kapasitor, Smartphone adalah Awal

LTC3128Col
sumber : Electronics Sourcing

Kapasitor merupakan alat yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Kita tidak pernah tahu bahwa dengan teknologi kapasitor ini dapat mengubah dunia. Pegaruh awal dari pengembangan teknologi kapasitor adalah pada smartphone. Kita ketahui  Apple smartphone merupakan produk paling banyak dicari sepanjang sejarah, 1 miliar pembelian dalam waktu 10 tahun. Sony meson,  (PS1, PS2) dengan pembelian mencapai 350 juta.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi? karena Apple punya teknologi kapasitor, electrostatik. Kapasitor bisa bergerak sesuai kecepatan cahaya dapat menghubungkan sangat cepat dengan ukuran nano dari dunia ke internet.

Dengan kapasitor ini juga memungkinkan mereset ulang tubuh manusia. Hal tersebut karena manusia mempunyai keadaan kimiawi dan fisika. Keadaan fisika dari manusia salah satunya sifat kapasitif, kapasitor. Sehingga tubuh manusia dimungkinkan seperti baterai. Jika baterainya melemah (keadaan sakit) maka baterainya perlu untuk diisi kembali.

Bagaimana Teknologi Kapasitor Berpengaruh

Dalam suatu besaran kapasitas suatu bahan, erat sekali hubungannya dengan permitivitas bahan tersebut. Hal ini juga dipengaruhi oleh jarak antar bagian dari kapasitor tersebut, sehingga menentukan keberagaman dari tingkat kapasitor. Pada tubuh manusia ini dapat dimanfaatkan untuk menembus tingkat jaringan, otot, kanker, aktivitas otot manusia dapat diprogram dari kapasitas listrik ditubuh.

Revolusi Industri 4.0 . Internet of Things dan Cyber Physical

Internet-of-Things-Blog-Post-Image.png
sumber : Capita Translation and Interpreting

Sistem yang mengintegrasi internet dan tubuh manusia diperkirakan terjadi  pada tahun 2017-2018. Yang mungkin saja dapat terjadi, hacker bukan hanya masuk ke dalam database orang tetapi dapat masuk kedalam tubuh manusia (dalam hal ini otak manusia). Seperti base marker. Dengan menghubungkan lewat komputer dengan wifi ke jaringan internet, hal ini dapat menyebabkan seorang dokter dapat mengontrol jantung pasiennya. Selama tersambung dengan koneksi internet dari mana saja. Tidak hanya itu, insulin bisa disambungkan kedalam komputer. Lalu bagaimana jia hal tersebut dihubungkan ke otak? otak manusia bisa saja dikontrol (degerate, dip grib). Bagaimana jika disalah gunakan, ini akan menjadi masalah baru lagi bagi manusia.

Karir Riset Pak Warsito

Membahas karir riset yang dilakukan oleh Pak Warsito. Tahun 1992 beliau melakukan karakterisasi interaksi gelombang dan energi. Mengembangkan formulasi alam semesta, diaplikasikan pada partikel yang bergerak pada reaktor, otak sedang berfikir, sel kanker, aktivitas hidup manusia dapat dimanipulasi. Melakukan interferensi dengan gelombang. Bagaimana dikembangkan. Diibaratkan kabel merupakan saraf, konduktor penghantar sinyal ada pulsa untuk yang dikembangkan dengan interface digunakan untuk slaing mengirim signal (2006-2009).

Teknologi ini pun kemudian dipakai di Ohio-State. NASA menggunakan untuk melakukan scaning dinding luar pesawat ulang alik. Material yang menyebabkan kecelakaan pesawat. Project yang kemudian dikembangkan salah satunya adalah superkomputer dengan simulasi reaktor dan melihat apa saja, dan melakukan analisa 4 dimensi untuk gerak partikel. Dari analisa tersebut ternyata sel kanker punya aktivitas lebih tinggi dari pada jaringan yang normal. Tegangan nya lebih besar dibandingkan dengan tegangan yang normal. Kapasitasnya pula lebih besar sehingga dapat dibedakan dengan pulsa listrik sehingga kanker bisa menjadi lisis.

Caos dan Keteraturan Otak

Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa Jepang di Indonesia, terungkap bila di dalam otak manusia terdapat sebuah ketidakteraturan atau ‘chaos’. Chaos tersebut akan berada dalam tingkat tertinggi saat otak berada dalam keadaan santai. Di sisi lain, saat otak dipakai untuk berpikir secara keras, tingkat chaos akan turun. Hal ini terjadi karena pada saat berpikir, otak manusia mempunyai tingkat keteraturan tinggi.

Dalam riset di C-Tech Labs ini, teknologi komputasi chaos diimplementasikan menggunakan super computer untuk menganalisis data 4D aktivitas otak manusia yang dihasilkan dari alat pemindai otak 4D ECVT untuk berbagai aplikasi tentang fungsi kerja otak manusia.

5700edeb19c83-terapi-pengobatan-kanker-ecct-dr-warsito_663_382
sumber : viva.co.id

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di masa depan memang diprediksi bakal tergantung dari analisis kerja otak manusia dan pengkodean data aktivitas otak. Lebih jauh, teknologi pengkodean chaos memungkinkan kita untuk mengubah data aktivitas otak menjadi data digital dan mentransfernya melalui teknologi komunikasi dan informasi. Dengan demikian, suatu ketika manusia bisa dilakukan komunikasi antara otak dengan komputer, atau antarotak manusia melalui komputer atau internet yang merupakan konsep telekomunikasi masa depan.

Riset diruko Setengah Lantai

Kenapa hal tersebut terjadi? Seperti dijelaskan pada awal penyampaian materi. Kita sering sekali mengeluh banyak sekali kendala dalam melakukan riset. Terutama masalah dana dan fasilitas. Menyikapi hal tersebut, seharusnya kita tidak boleh menjadikan hal tersebut sebagai kekurangan kita dan malah tidak melakukan riset sama sekali. Kalau hanya menyalahkan ini itu kita ngga bakal pergi kemana-mana. Jangan menjadikan alasan untuk berhenti maju dan berkembang.

Dalam melakukan riset seringkali kita hanya bersifat menghafal metodologi yang di gunakan. Padahal dalam ber-riset sebenarnya yang kita pelajari adalah prinsipnya bukan metodologinya. Prinsip interaksi gelombang dengan materi. Kamu melakukan riset. Jika sudah paham prinsipnya kita dapat menciptakan metodologi kita sendiri. Metodologi menghafal metode milik orang lain.

Pesan Pak Warsito, jangan mudah puas dan selalu berusaha untuk bermanfaat untuk orang lain. Pak Warsito dengan semangat dan rasa ingin tahu yang besar, dapat menciptakan alat-alat hebat yang bermanfaat bagi orang lain dengan mengandalkan laboratorium kecil di ruko setengah lantai.




Ini bagian seminar yang kemarin sih sebenernya, sayang buat dibuang 🙂

semoga bermanfaat

Advertisements

2 thoughts on “Pengembangan Teknologi Alat Pembunuh Kanker Pak Warsito

  1. Lintang_fajar 13 December 2017 / 11:00 pm

    udah mulai ada bayangan mbak mau riset kecil – kecilan juga ?

    Like

    • Diah Ayu Suci Kinasih 15 December 2017 / 7:51 am

      riset-riset kecil bagaimana?

      kalau buat Tugas Akhir sepertinya taun depan sudah mulai nyicil penelitiannya 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s