Alasan Mengapa Gas Alam Lebih Baik

Sampul fixPosisi ketahanan energi Indonesia semakin merosot dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya, ketidakseimbangan laju ketersediaan energi dengan kebutuhan. Peringkat Indonesia dalam Climate Change Performance Index (CCPI) Indonesia menduduki peringkat ke 37, di bawah Thailand, tetapi masih lebih baik daripada Spanyol dan Yunani. Amerika Serikat menempati ranking 56. Di peringkat terbawah Republik Iran (59) dan Saudi Arabia (60). Hal ini dipengaruhi oleh faktor ketahanan energi meliputi tiga aspek, yakni ketersediaan sumber energi, keterjangkauan pasokan energi, dan kelanjutan pengembangan energi baru terbarukan.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Pak Rinaldy Dalimi pun menyatakan, posisi Indonesia dalam peringkat ketahanan energi itu disebabkan ketidakseimbangan laju ketersediaan energi dengan kebutuhan energi di masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak dalam negeri terus merosot, sedangkan permintaan selalu meningkat.

Dari sisi suplai, ada beragam pilihan energi untuk memenuhinya. Batubara sejauh ini merupakan energi yang ongkosnya murah, Rp 400-Rp 500 per kilowatt jam (kWh). Akan tetapi, emisi gas buangnya 1.000 gram per kWh. Energi panas bumi dan tenaga surya beremisi rendah, tetapi ongkosnya masih tinggi, yakni Rp 2.000 per kWh untuk tenaga surya dan Rp 1.100-Rp 1.200 per kWh untuk panas bumi. Adapun gas alam menghasilkan emisi 600 gram per Kwh, ongkosnya Rp 600-Rp 700 per kWh.

Minyak bumi yang menjadi sumber utama energi, cadangannya hanya sekitar 3,7 miliar barrel cukup untuk 11-12 tahun ke depan. Perhitungan ini dengan asumsi produksi 700.000-800.000 barrel per hari. Konsumsi minyak Indonesia saat ini sekitar 1,5 juta barrel per hari. Jika kita asumsi pertumbuhan konsumsi minyak 6 persen per tahun, pada 2025 kebutuhan minyak menjadi 2,7 juta barrel per hari. Pertumbuhan Ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang makin meningkat kondisi tersebut memaksa Indonesia mencari alternatif energi lain.

Salah satunya canangan energi masa depan adalah menggunakan gas alam. Gas alam atau gas bumi adalah hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fase gas yang diperoleh dari proses penambangan minyak dan gas bumi.

DiIndonesia sendiri sudah mulai digerakan loh kawan untuk pengembangan, pendistribusian dan penggunaan gas alam ini. Kalian sudahkah mencobanya? Bagi yang belum menggunakan yuk simak Kenapa sih kamu harus menggunakan gas alam?

  1. Sumber yang Melimpah

Potensi pengembangan gas alam di Indonesia juga didukung oleh kondisi geogafis Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Daerah penghasi gas alam di Indonesia meliputi Provinsi Kalimantan Timur, Papua, Riau, Sumatera Bara.

Salah satu pengahasil terbesar di Indonesia adalah Kalimantan Timur. Cadangan gas alam yang diketahui terkandung dalam perut bumi Kalimantan Timur sangat melimpah. Sekitar 13,83 TCF cadangan gas alam dapat ditambang dari provinsi yang beribukota di Samarinda ini. Sedangkan produksi gas alam Kalimantan Timur sendiri mencapai 607,15 juta TCF.

Tidak heran, Kalimantan Timur dianggap sebagai daerah penghasil gas alam yang terbesar di Indonesia. Industri gas alam ini membawa dampak pada perekonomian masyarakat Kalimantan Timur dan Indonesia.

  1. Bersih dan ramah lingkungan
chart_circles.gif
Sumber www.familiesforcleanair.org

Emisi karbon dapat dihasilkan dari pembakaran energi fosil seperti batu bara, minyak bumi beserta produk olahannya, dan gas bumi beserta produk olahannya. Salah satu dampak negatif emisi karbon terhadap lingkungan adalah terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh produksi CO2 yang tidak mampu terurai dengan sempurna sehingga menyebabkan pemanasan global.

Seiring dengan bertambahnya konsumsi energi di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa untuk pemanfaatan bahan bakar fosil menyebabkan semakin meningkatnya jumlah emisi CO2 yang dihasilkan. Dalam kurun waktu 10 tahun rata-rata peningkatan emisi CO2 akibat konsumsi energi batu bara sebesar 11,6 juta ton per tahun, sedangkan untuk produk olahan Minyak Bumi sebesar 2,7 ton per tahun dan produk olahan Gas Bumi sebesar 2,2 juta ton per tahun.

Gas alam adalah  bahan bakar konvensional yang paling bersih, menghasilkan karbon dioksida 45% lebih sedikit daripada batu bara dan membantu meningkatkan strategi energi bersih pengganti sumber energi yang lain.

  1. Efisensi pembakaran tinggi

Telah dijelaskan bahwa gas alam atau gas bumi merupakan hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fase gas yang diperoleh dari proses penambangan minyak dan gas bumi.

Studi yang dilakukan oleh  Saputrah (2015) mengenai penggunaan gas pada kenadaraan bermotor, menyatakan pemakaian bahan bakar gas lebih efisien samapai dengan 10% dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar Gasoline. Daya keseluruhan (kW) pada meson berbahan bakar gas lebih kecil 2%-5% dbandingkan dengan gasoline.

Lebih efisien bukan?

  1. Harga kompetitif
modest-pay-rise
Sumber timeshighereducation.com

Selain gas alam mempunyai efisiensi cukup tinggi, kenyamanan lain menggunakan gas alam adalah harganya cenderung miring dengan harga bahan bakar lain. Coba kita bandingkan dengan penggunaan bahan bakar LPG.

Mari kita misalkan 

Misalkan kita ukur nilai kalori LPG adalah 11.220 kkal/kg. Sedangkan gas alam sama dengan 9.424 kkal/m3. Kemudian diasumsikan saja kalau kebutuhan memasak sebulan menghabiskan satu tabung LPG. Mari hitung-hitung secara umum.

Nilai kalori 12 Kg LPG adalah 12 X 11.220 kkal = 134.400 Kkal/bulan. Jadi diasumsikan kebutuhan nilai kalori per bulan 134.400 Kkal/bulan tinggal dibagi saja dengan nilai kalori gas alam (9.424 kkal). Maka 134.400 kkal/9.424 kkal mendapatkan kisaran 15 m3 per bulan.

Lantas harga yang dibayarkan untuk 15 m3 tinggal dikalikan dengan harga gas alam di kisaran Rp 3.010. angka yang didapat adalah Rp 45.150 ribu. Selisihnya sangat jauh dengan harga LPG 12 Kg yang berlaku di pasaran.

Wah semakin yakin bukan menggunakan gas alam, lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan LPG.

  1. Jaringan Distribusi terluas di Indonesia
22857555_384196035349511_9091571834276544512_n
Sumber https://www.instagram.com/gasnegara/?hl=en

Dapat dilihat pada infografis tersebut. Pada akhir tahun 2016 jalur pipa gas bumi PGN mencapai7.278,07 km. Dengan kantor pusat di 19 kota pada 12 provinsi di Indonesia.

Hal ini menyebabkan jaringan dan distribusi gas alam di Indonesia menjadi sangat luas dan mudah disalurkan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat di seluruh Indonesia dapat dengan mudah menikmati produk dari gas alam.

Sudah jelas bukan, gas alam merupakan sumber energi yang nyaman, aman, murah dan terjangkau untuk masyarakat. Yuk para genenerasi muda mulai gunakan energi gas alam ya. Ngga salah lagi gas alam merupakan solusi cerdas  di masa depan kita bisa mengembangkan teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Terakhir, mari sama-sama membumikan gas bumi untuk indonesia mandiri energi.

Referensi Artikel ini

http://www.kemenperin.go.id/artikel/11320/Ketahanan-Energi-Indonesia-Merosot

http://market.bisnis.com/read/20160318/94/529600/as-pilih-gas-alam-untuk-sumber-energi-listrik-daripada-batu-bara

http://energibaik.com/beda-gas-alam-dengan-lpg-dan-lng-bukan-sekadar-komposisinya/

http://www.dw.com/id/ini-peringkat-indonesia-dalam-climate-change-performance-index-ccpi-terbaru/a-41394129

http://www.niakurnia.com/analisa-keekonomian-gas-bumi.html

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s