Isu-isu dalam Perkembangan Nanomaterial dan Profit Masa Depan

nanomaterial

Nanoteknologi

Istilah nano berasal dari bahasa Yunani yang berarti kerdil atau kecil, digunakan untuk satuan dimensi. 1 nanometer sebesar 1 per semiliyar meter atau m.  Nanoteknologi merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi pada skala nanometer (1-100 nm). Dalam nanodevice dapat di bagi menjadi berbagai jenis misal nanopores, dendrimers, nanotubes, quantum dots, dll.

SCALE

Dari segi pengembangan nanoteknologi, nanoteknologi pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan fisika Richard Feynman tahun 1959, namun pengembangannya masih skala teori. Pada tahun 1981 seiring di temukannya Scaning Tunneling Microscope pengembangan nanoteknologi semakin pesat. Hingga pada tahun 19991 mulai di temukannya carbon nanotube, dan terus berkembang hingga saat ini.

Tidak hanya dalam bidang modifikasi stuktur material, tenyata ukuran skala nano juga terdapat di alam seperti pada cicak yang dapat menempel pada dinding-dinding disebabkan efek dari serabut kaki dalam ukuran nano atau gelembung air yang tidak pecah pada daun talas saat hujan.

Nanoscale Size Effect. Dari adanya ukuran nano tersebut, ternyata memberikan dampak yang sangat besar terhadap sifat dan fungsi dari suatu material. Contohnya pada suatu divais. Divais dengan ukuran yang kecil dapat mengandung banyak sistem dan fungsi di dalammnya. Oleh karena itu melalui ukuran nano dapat membuat fenomenda dan sifat baru, seperti sifat kimia, fisika, mekanik, cahaya, dll.

Dampak Negatif Nanomaterial. Setiap pekerjaan pastinya selalu menimbulkan risiko bagi mpekerjanya. Yang di khawatirkan dari adanya sintesis atau pembuatan nanomaterial adalah ketika pertikel ukuran nanomaterial masuk kedalam saluran pernafasan, sehingga menimbulkan berbagai dampak seperti keracunan bahan kimia. Sehingga di buatklah standar ISO/TR 12885 tentang keselamatan dalam pekerjaan  nano.

Stuktur dan Pembuatan Nanomaterial.  Stuktur nanomaterial bermacam-macam tergantung dari bentuk nya. Titik Nano (nanodot), Kawat (Nanowire), Lapisann Tipis (nano fiber) yang juga akan menimbulkan dampak pada perubahan sifat materialnya. Pembuatan nanomaterial dapat melalui dua cara yaitu, Buttom up. Merupakan pembuatan nanomaterial dari partikel yang kecil menjadi ukuran nano . dan Top Down pembuatan nanomaterial dari stuktur yang besar menjadi kecil. Selama ini pengembangan nanomaterial di buat dengan metode top down karena dari segi biaya, alat dan kemudahan lebih mendukung dari pada top down.

Perkembangan dan Peran Nanoteknologi di Indonesia

Pasar global nanoteknologi. Potensi Indonesia dalam pengembangan nanoteknologi juga didukung dengan keanekaragaman hayati dari Indonesia. Indonesia yang menjadi negara terbesar kedua dalam tingkat keanekaragaman setelah brasil. Perkembangan nanoteknologi saat ini berkembang pesat. Tahun 2007 , pengembangan nanoteknologi berbasis pada bidang kimia dan elektronika, namun tahun 2015 pengembangan nanoteknologi berbasis pada bidang elektronika dan kesehatan.

lab female shutterstock_85654102_tcm11-22218

Penggunaan nanoteknologi juga merambah bidang indusri dimana pengguna nanoteknologi mencapai 20% dari total industri yang ada, dan 89% bahan bakunya diperoleh berdasarkan impor. Padahal dari segi kekayaan negara Indonesia mampu menyuplai bahan baku untuk produk nanoteknologi. Sehingga perlu adanya pengembangan lebih lanjut terhadap hal tersebut. Masyarakat Nanoteknologi Indonesia dalam hal ini memfasilitasi untuk pengembangan nanoteknologi. Didirikan tahun 2005 dengan anggota lebih dari 500 orang diberbagai disiplin ilmu.

5 Bidang Prioritas pengembangan Nanoteknologi Indonesia meliputi bidang farmasi, energi, bioteknologi, nanomaterial, dan elektronika. dan yan sedang dikembangkan oleh Pak Ratno adalah Nanoelektronika dan Sensor

Peluang  Riset Nanoteknologi Mahasiswa

Peluang majasiswa di bidang teknologi sangat banyak sekali seperti mengambil tugas akhir di laboratorium berbasis nanomaterial, mengambil kerja praktek di institusi riset seperti BPPT, LIPI, BATAN dll , peluang presentasi ilmial di seminar nasional dengan menggunakan tema-teman material. Seperti tema bahan baku lokal, tema buttom-up dengan biaya riset yang relatif lebih murah, tema instrumentasi penumbuhan materi nano dan tema komputasi atau simulasi berbasis nano.




disampaikan oleh

Bapak Ratno Nuryadi

Pusat Teknologi Material, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pupitek Gd. 224, Tanggerang Selatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s