Ketika Bidikmisi Tak Segera Cair

Memasuki minggu ke tiga bulan Oktober ini. Masa yang kurang mengenakan untuk anak kosan, karena sudah menjelang tangga tua. Uang kiriman bapak ibuk mulai menipis, sedangkan barang-barang kebutuhan sudah ingin di setok ulang. Nggak kebayang kan ya, untuk mahasiswa biasa — yang notabene InsyaAllah mampu dan biayai orang tuanya. Walaupun ini untuk mahasiswa dengan catatan tertentu. Lalu bagaimana dengan mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Iya, bidikmisi itu loh beasiswa dari pemerintah.

Sebenernya sikap dan sifat mahasiswaa bidikmisi yang aku lihat di angkatan ku ya nggak jauh beda sih sama mahasiswa reguler. Ada yang nggaya, maksudnya kece walaupun anak Bidikmisi. Ada yang sederhana, ga terlalu ngeness dan juga ga terlalu kelihatan mewah. Namun ada juga yang emang bener-bener membutuhkan dan tergantung dengan uang bidikmisinya.

Namun di kondisi mendekati akhir bulan ini, bisa di bilang kondisinya ngenes sekali baik buat yang nggaya, yang sederhana atau pula kategori ketiga. Semuanya sama-sama ngenesnya. Uang bidikmisi sudah 1.5 bulan nggak cair-cair.  padahal kami bergantung pada uang tersebut, utamanya buat makan dan bayar kosan.

Gegara kejadian itu, grub bidikmisi angkatan pun jadi rame banget tiap hari. penuh drama bidik misi, ada yang bilang udah cair lah, di potoin screenshoot resi pencairan bidikmisi lah. noting everyday without drama. (besok ku liatin ss grubnya, haha)

Screenshot_2017-10-22-10-15-53-137_jp.naver.line.androidScreenshot_2017-10-22-10-17-33-511_jp.naver.line.androidScreenshot_2017-10-22-10-17-46-902_jp.naver.line.android

Dan kadang ya aku sendiri juga ikut-ikutan buat bercanda-canda di grubnya, ya walapun kadang agak ngehirauin juga si. males ke spam.

sebenernya ya diri ku sendiri ya ngerasa sebagai penerima bidikmisi, dari keluarga menengah pasti ngerasain banget. gimana saat kekurangan uang, uang merepet banget, pengeluaran dadakan malah pada dateng, di tambah lagi barang-barang yang urgent di kost udah pada habis. So sad banget. terutama udah mulai ngerasa udah mulai  gede, udah dewasa mau minta uang ke ibuk bapak pun rasanya udah ga tega lagi. Tetapi pada akhirnya minta juga.

Orang tua ku ga pernah ngelarang buat minta uang, kalau bapak ibu ngomongnya “sampean ki isek dadi bocah, dadine sek tanggungan e ibuk bapak. Kabeh ya di wenehi karo ibu bapak”. Balik lagi makin tambah umur, mau minta ke orang tua jadi nggak enak. Tapi  mau ga mau karena yang di andelin beasiswa dari orang tua lagi.

Namun dari kejadian bidikmisi yang ngga cair-cair ini, banyak sekali hal yang bisa aku pahami. Bahwa kondisi dimana kita nggak punya uang, sumber uang yang kita andelin ga cair-cair suatu saat nanti juga bakalan pernah terjadi. apalagi kalau udah kerja sendiri di tempat jauh, udah berkeluarga momen kek gini mau nggak mau kita hadepin. Ga mungkin kita abein aja, ya gimana mau diabein kalau di abein anak mu mau di kasih apa. haha

Makanya harus cari solusi buat ngatasin masalah ini, misal ga punya uang ya cobalah usaha. Bisa ngelesin, jualan, pinjem temen (termasuk ga ya). kalau kita berusaha pasti ada jalan nya. kadang ada juga sih yang ngebanding-bandingin sama sesama anak bidikmisi,  “ihh.. kok kamu enak ya. uangnya banyak nggak usah ngantungin bidikmisi, santai-santai aja pas bidikmisi ga cair-cari. emang nasib ku udah kek gini ya, kurang uang”. atau kalau di masyarakat ada juga yang udah pasrah sama kehidupannya. Memang sih hidup itu udah di atur sama Allah, semua nya udah digarisin. Tapi ya dengan kondisi kek gitu ya bukan berarti kita pasrah dan nggak mau berusaha, seoalah-olah sak-sak e meh jalan koyok piye ae. Yang bener itu ya kita berusaha dulu, ihtiar menghadapi semua masalah kondisi, baru akhirnya tawakal ke Allah.

Alhamdulillah sampe saat ini masih serba dicukupkan, masih bisa makan minum dalam kondisi layak walaupun dengan kejadian bidikmisi yang cairnya tidak dapat ditentukan. hehe

karena ga semua anak nggak bisa ngerasain berkahnya jadi anak bidikmisi


Oh iya, kemarin sempet keluar bentar. Anak-anak bidik misi yang nggak begitu jelas, tapi kita tetep seneng. kita tetep bersyukur jadi bagian anak penerima bidikmisi. keberuntungan yang luar biasa 😀

jalan jalan sore_171022_0005jalan jalan sore_171022_0010jalan jalan sore_171022_0012jalan jalan sore_171022_0015

first time, jalan-jalan ke Taman Tirto Agung. Padahal tempatnya deket banget dari kosan, terus juga jadi lewatan tiap hari. 😀

Advertisements

4 thoughts on “Ketika Bidikmisi Tak Segera Cair

  1. aldi 20 October 2017 / 8:20 pm

    Hai kak suci, numpang lewat 🤓

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s