Melihat Bintang Seperti Melihat Masa Lalu

Posted on Updated on

bintang dilangit-mselim3
Wajah Langit Malam

“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh. Kau jatuh diantara bintang-bintang.”  –bung karno-


“Kupandang langit penuh bintang bertaburan
Berkelap kelip seumpama bintang berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah s’lalu”

kata-kata dan lagu diatas pastinya sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, sejak masa kanak-kanak pun sepertinya sudah eksis di sana-sini. namun jika kita berbicara tentang bintang, ada sebuah kalimat yang  begitu berkesan di hati saya –ciye. Hihi-. kira-kira begini kalimatnya “Melihat bintang seperti melihat masa lalu”. sekilas jika kita mendengar dari kaliamatnya, nampaknya kalimat tersebut nampak biasa-biasa saja. dan jauh dari kata, puitis atau mengandung banyak pesan seperti pada kalimat motivasi.

Tapi, tahukah kamu jika kalimat tersebut tidak menyiratkan sesuatu, malah merupakan sebuah fakta ilmiah? –ya, walau  ngga akan dibahas secara ilmiah-ilmiah banget si-. jika kita tinjau dari konsep fisika, atau lebih dekatnya ke konsep astronomi hal tersebut, ya katakanlah memang merupakan suatu fakta.

Ketika kita melihat benda di angkasa, kita sedang melihat ke masa lalu!.

jadi begini, Seperti yang kita ketahui cahaya bergerak lebih cepat dari apapun di alam semesta. Meskipun demikian cahaya tetap butuh waktu untuk bergerak melintasi angkasa. Contoh saja , cahaya dari Matahari membutuhkan waktu 8 menit untuk bergerak dari Matahari ke Bumi. Padahal kita tahu Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan bumi sekitar 149.680.000 km.

Matahari saja butuh waktu 8 menit untuk sampai dibumi. Lalu bagaimana untuk benda-benda yang jauh di kosmos seperti bintang dan galaksi? Pastinya jika ditinjau dari jaraknya mereka membutuhkan waktu jutaan bahkan miliayaran tahun unttuk sampai di Bumi, bukan.?.

berarti sama saja bintang-bintang yang kita lihat setiap malam merupakan wujud bintang itu jutaan bahkan miliaran tahun lalu. Kita bisa melihat bintang itu karena kita baru saja menerima cahaya yang berkelana dari bintang tersebut di masa lalu dan baru tiba sekarang.  Bahkan bisa saja bintang tersebut sudah tidak ada!.

nah berarti  kata-kata tersebut ada benarnya juga kan, bahwa melihat bintang seperti melihat masa lalu. optomatis sejara nggak langsung kita sudah melihat masa lalu tanpa melakukan time trevel juga to. -tapi jangan disamakan ya, kalau lihat orang rada-rada mirip sama siapa gitu. malah baper inget masa lalu. hihi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s