seharusnya, pekerjaanku

Posted on

Setiap pekerjaan akan selalu mengandung makna dan artian yang berbeda bagi pelakunya. Sama hal nya seperti kemarin, 09 juli 2016 waktu berangkat ke Gersik untuk menjenguk keponakan yang baru lahir.

Awalnya berangkat dari rumah sekar sekitar jam 7 pagi, sampai di gersik jam 3 sore. Sangat lama karena arah jalannya tiba-tiba dialihkan untuk mengurangi volume kendaraan yang melintasi jalan utama, inisiasi mencegah kemacetan yang lebih parah. Tapi menyebabkan mobil yang kami tumpangi harus di bawa masuk ke hutan-hutan kayu putih dengan kondisi jalan yang yah, cukup membuat kami serasa naik kuda. Goyang kesana kesini.

Kemudian ke sidoarjo, kemudian lagi pulang kerumah sekitar jam 8-nan dari sidoarjo. Saat pulang pun tidak terlalu baik, kendaraan yang melaju di jalan raya sebenarnya juga tidak terlalu menumpuk. Tapi entah kala itu kami pun sepertinya lumayan nyasar dan bingung. Lantas pak supirna bilang. โ€œWong dalan sing mbendinane di toni kok sampek lali, aku ki yo ngeroso nek rasane aneh kabehโ€.

sepertinya akibat kondisi cuaca yan agak mendung, dan memang sudah larut malam sehingga sedikit banyak juga mempengaruhi kondisi pak supir yang sudah lanjut usia. Dari kata-kata pak sopir tersebut sedikit yang saya dapat simpulakan, bahwaย ย  sebenarnya suatu pekerjaan yang sudah kita jalani setiap harinya, pasti akan minimbulkan suatu kepekaan, chemistry atau ikatan batin yang sangat kuat dalam diri kita.

Seharusnya sebagai mahasiswa harus nya juga demikian, walaupun sekarang mahasiswa sedang menjalani mode liburan setidaknya akan ada perasaan rindu dengan aktivitas dan pekerjaannya sebagai seorang mahasiswa. Mengerjakan laporan, tugas yang memababi buta, dosen dan kegiatan di kampus. Pasti akan sangat merindukan kegiatan itu. saya pun sama menurut saya libur selama 2 bulan itu menyita kemampuan otak kita untuk berfikir. Lupa segalanya, lupa aktivitas kuliah. Dan akibatnya tak jarang kalau sudah masuk kampus seperti biasanya malah banyak kangen keluarga dan lagi-lagi perlu adaptasi ulang dengan lingkungan kampus yang tak jarang menyebalakn untuk hidup disana. Apalagi bareng adek-adek mahasiswa baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s