Diskusi Buka Puasa

Posted on Updated on

Hari ke-18 bulan puasa. Betapa enaknya bulan puasa di rumah. Berbuka dengan seluruh keluarga. Aku, Ayah, Ibu dan juga Adek kecil ku yang menyebalkan ini. seperti biasa topik yang selalu ayah ibu dan kami bahas dalam acara buka puasa, teman-teman yang mau menikah, degradasi moral yang terjadi di SMP-SMK sekitar rumah dan pergaulan bebas yang kian marak terjadi di sekitar daerahku.

Miris sekali bukan melihat daerah yang ndeso dan jauh dari peradaban kondisi lingkungannya malah jauh seperti ini. Serasa sulit untuk dipercaya, baru sekitar 4 tahun lalu Saya memilih untuk meninggalkan kehidupan kampung ini. meninggalkan kampung yang terkenal indah, dengan anak-anaknya masih memiliki cita-cita murni yang tulus. Tulus mencari pendidikan dan mengembangkan daerah tercinta mereka. Selayaknya teman-teman seperjuangan yang alhamdulillahnya juga sampai saat ini masih bersih kukuh memegang niatan murni itu. (Dhimas Agung – teknik kimia UPN, Nasichin- Teknik Informatika UB, Ardhia Dewi- Sastra Inggris UNSANT, Vida Seanita- FKH UNAIR, Olifia P – Teknik Informatika UNRIYO) dan masih banyak lagi teman-teman yang masih belum saya sebutkan diatas. Teman-teman yang mempunyai semangat juang tinggi. Walaupun, memang mereka dari awal sudah mempunyai harapan besar untuk mengenyam pendidikan tingga, dari segi . keluarga pun sangat mendukung. Anak Guru, anak penjabat. Berbeda dengan kami yang hanya anak petani. Ah… tapi apalah semua itu. toh kalau sudah masuk kedalam ranah Perguruan Tinggi pun sudah tidak ada clusterisasi di antara kami semua.

Kembali lagi dengan keadaan awal, banyak sekali kejadian yang mengejutkan di sekitar lingkungan keluarga kami. Bayangkan saja anak-anak seusia belasan tahun, anak SMP kelas VIII malah sudah mabuk-mabukan cewek lagi, anak-anak SMP-SMK malah sering merokok, bahkan terperosok kedalam pergaulan bebas dimana-mana. Ada apa dengan lingkungan yang semacam ini, desa yang indah jauh dari efek westernisasi dan dampak negatif dari globalisasiini. Kalau dianalisis mayoritas disini memang sudah melek akan adanya dunia pendidikan, tapi kalau di tinjau ulang pun justru orang tua terhadap anak, penjagaannya masih sangsat kurang. contoh saja kasus si anak SMP yang mabuk-mabukan tadi, bilamana orang tuannya dapat mem-protect anaknya dengan benar dan hati-hati. Anak-anak mereka pun nggak bakal sampai kebabalasan seperti ini. apalagi kalau kebiasaan buruk itu selalu di lakukan, ya jelas dan wajar saja pergaulan bebas terjadi di mana-mana.

Ah.. sungguh mengkhawatirkan.

Kamis,tanggal ke dua puluh tiga bulan juni
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s