Belum Ingin Pulang

Posted on Updated on

Hari ini…
Hari kemarin…
Hari kemarinnya kemarin…
Hari kemarin kemarin kemarin lagi…
Hari kemarin kemarin kemarin kemarin sampek puanjang buanget…

Dan hari dimana rasa kekecewaan “mungkin” datang. Ini benar atau salah? Tapi rasanya tidak usah juga marah, sebel atau jengkel dengan sesuatu. Anggap saja itu hanya godaan kan? Hariini kan bagian dari bulan puasa. Bukankah di anjurkan atau disuruh (?) Menahan nafsu untuk marah atau kecewa.
Kalau iya benar terjadi, berarti kesabarannya kurang ๐Ÿ˜ฆ

Hari ini serasa beruntung, beruntungnya menjadi anak rantau. Jauh dari rumah lagi.
Senangnya hampir setiap hari menjelang buka puasa di hubungi ayah ibuk dan adek (biasanya si adek cuma mau ngomong panjang kalau aa tugas atau tanya pelajaran yang nggak bisa. Efek seorang mbak yang suka jadi joki tugas adeknya). Disuruh cepet pulang,dan serasa menjadi orang yang teramat dirindukan di keluarga. Dulu, saat SMA walaupin jauh jarang di beginikan. Padahal saya juga jauh lebih tua (umurnya) dari jaman SMA yang lalu.
Tapi akhirnya di tanyaa “sampean mantuk kapan nduk?” Saya cuma bisa jawab (sambil senyum-senyum) ” lk wayah e mantuk, nggih mantuk pak”.
Saya belum pengen pulang.
Alhamdulillah…

Wkwkkwk….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s