Bensin dan Emosi

Posted on

12 Juni 2016. catatan yang belum sempat untuk dicatat lagi… walau catatan yang terasa tidak begitu penting

sekarang bulan puasa, semua orang pun tahu. Diah pun tahu sekarang bulan puasa. Dibulan ini orang banyak berbuat baik, dan Diah pun tahu juga. di bulan ini banyak orang yang mudah memberi, dan sekali lagi Diah juga tahu hal itu. yang tidak saya mengerti bagaimana seliter bensin pun dapat memicu amarah seorang Diah? Hmmm… padahal Diah kayaknya jarang marah dengan orang lain. tapi kemarin itu entah aku marah atau tidak, tapi yang jelas ada sesuatu yang teramat dalam menyesak dan mengganjal dihati. ya Robb…. maafkan diah.

hal tersebut berawal ketika saya meminjamkan motor kepada seorang kawan “jangan disebut namanya, yang tahu juga nggak usah bilang keorangnya”. saya kira sebentar, nah ternyata sampai sore. disini saya juga sih yang salah minjemin motor juga nggak tahu motornya mau dibawa kemana, sampai jam berapa, jauh atau tidak. ya saya langsung kasih-kasih aja gitu motornya. Aneh ya saya. dan mungkin yang buat saya agak gregetan juga nampaknya bukan sepunuhnya gara-gara bensin dimotornya udah habis padahal saya nggak ada duit buat ngisi, uang Bidik Misi cair langsung di eman-eman banget. buat beli baju lebaran. curhat.

bukan karena itu, karena saya nggak bisa masuk kosan karena kuncinya saya gabung sama kontak motor, biar gak hilang dan kelupaan. hedeh.. hedeh…

Advertisements

One thought on “Bensin dan Emosi

    Nakata VII said:
    14 June 2016 at 6:16 am

    di latih untuk bersabar… 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s