Merenung

Sebanyak dzikir kita kepada Allah mungkin tidak akan pernah mengalahkan dzikirnya gunung-gunung kepada Allah. Setakwa kita kepada Allah mungkin tidak akan pernah mengalahkan takwanya burung-burung yang terbang dan tunduk pada ketetapan-Nya.

Jadi darimana kita bisa menyombongkan diri? Darimana kita bisa mengakui bahwa diri kita beriman? Yang iman kita juga mungkin tidak akan pernah mengalahkan imannya pepohonan kepada Allah. Lalu, mengapa kita saling menghakimi keimanan seseorang? Mengukur keimanan dari jumlah hafalan? Dari panjang pendeknya kerudung? Dari sesuatu yang sebenarnya menjadi rahasia besar antara hamba dan Tuhannya.

Tugas kita adalah menjadi hamba yang baik, kan? Tidak bisakah kita senantiasa menjaga prasangka baik? Tidak bisakah kita baik kepada semua makhluk-Nya? Juga menegaskan yang hak dan yang bathil.

Advertisements