Keterbatasan yang Membatasi

Posted on Updated on

kemarin, 13-15 Mei 2016. telah di adakan Training Rohis 2.

setelah usai acara tersebut ternyata masih banyak tanda tanya yang hinggap di pikiranku. tentang diriku sendiri, tentang kontribusi, tentang aktivis dakwah atau tentang segalka hal yang akan ku lakukan di kampus perjuangan ini.

apakah aku akan terus berjuang di jalan ini? sepertinya ia aku akan mulai berjuang di jalan ini. naman akannkah yang kulakukan akan berrnar dan sungguh-sungguh? barangkali bisa ia dan bisa tidak. terlebih ketika menengok kedalam diriku jauh lebih dalam. ada banyak keganjalan dan kerisauan disana.. yang saat orang lain bertanya padaku “kenapa?” selalu sulit untuk ku katakan

kemarin, saat TR2. ada pernyataan semacam ini ” mengikuti SAP [seleksi akbar pementor]. namun apakah aku juga akan menuntaskan pertanyaan itu? apakah aku juga akan menjalankan semua itu. karena itu adalah komitmen angkatan kita. shobibul akhirat. rasanya aku belum benar-benar siap untuk diriku. walaupun selalu terbesit keinginan untuk  ikut menjadi bagian para pementor. karena betapa indahnya ketika aku bisa menjadi pementor, punya adek mentoring. bahagia sekali buakan.

namun lagi-lagi hambatan ini selalu memabatasi, ya diriku sendiri juga tahu. aku sangat sulit menghafal, bahakan menghafal ayatullah yang kemarin ditugaskan saja aku hanya berhasi setoran tiga baris ayat saja. lalu bagaimana aku menjadi seorang pementor, yang tidak b isa berucap apa -apa tentang ayatullah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s