Karena Kesukaan Kita Memang Berbeda..

Posted on Updated on

Kemarin banget tanggal 10 April 2016. Karena tidak ada kegiatan dan acara di kampus, sedikit ku luangkan waktu untuk jalan-jalan bersama teman-teman. Ke sebuah pameran buku di gedung Wanita, semarang. Awalnya sih pengen kesana sendiri naik angkot, tetapi berhubung ada teman yang juga akan kesana. Akhirnya nekat bawa motor sendiri kesana, bareng Kang Irul, Willy sama Wuni. 

Karena acara disana pameran buku, maka tujuan utama kesana jelas adalah buat nyari buku. Lalu emm… ada yang menarik disini. Menariknya apa? Karena buku yang menjadi perhatian kami berbeda-beda. Mulai dari aku yang lebih tertarik buku-buku berbau science, politik dan novel-novel tentang kehidupan. Dan akhirnya aku membeli dua buah buku “Korupsi yang memiskinkan” seharga 17k yang akan ku berikan untuk si Riska yang kemarin tanggal 15 Maret berulang tahun. Dan sebuah buku yang memang sangat  menarik, tetapi belum sempat membacanya yakni sebuah novel karya Tereliye “Rembulan Tenggelam di Wajahmu” seharga 40k. Lumayan murah dari harga yang biasanya di patok di pasaran senilai 70 ribuan untuk satu buku ciptaan tereliye.

Kemudian si Wuni, kuperhatikan dia lebih tertarik dengan buku-buku berbau religi dana keagamaan. Tetapi entah mengapa dia tidak jadi membeli bukunya, padahal meenurutku akan rugi ketika sudah jauh turun dari tembalang tidak membeli apa-apa. Kutawari dia untuk meminjamkan uang ku buat beli buku itu tapi tetap saja dia tidak mau.

Willy entah lah aku tidak tahu menahu juga dia, kukira dia ingin beli buku tentang science atau apa. Ternyata dia malah beli buku tereliye juga. Yang mana aku lupa bukunya judulnya apa… “sunset bersama rosie “ atau sama apa gitu..

Beda lagi dengan Irul, orang paling pintar dan agamis di fisika undip. Lolos ONMIPA dan juara writing contest. Dia yang malah lebih mencengangkan, dia beli buku “Habis Galau terbitlah Move On” dan “Kisah solahudin hoja -_- aku juga lupa-lupa ingat judulnya apa. Bahkan tidak membeli buku-buku tentang relativitas atau konsep partikel science. Aneh juga waktu ditanya, kamu beli apa?. Jawabnya hehe… aku beli yang lucu-lucu kok. Satunya 20k  yang satunya 30k. Just itu…

kalau ini pas di Pameran buku murah 

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

Perjalanan pencarian bukuini pun nggak berakhir sampai di sini, karena si wuni memaksa untuk mengunjungi MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah). Akhirnya kami berangkat, walaupun ada unsur pemaksaan disini. Tapi baiklah mumpung aku juga belum pernah ke MAJT. Parah bukan hidup sekitar 8 bulan di semarang namun tidak pernah keluar kemana-mana selain di kampus, masjid, perpus dan hanya sekitaran Tembalang saja. sebenarnya juga disana, ada perpustakaannya juga namun sayang sekali perpustakaan nya sedang di buat acara wedding sama orang. Masak perpus juga di buat weding . kemudian foto-foto terus pulang…

nih saat di MAJT

This slideshow requires JavaScript.

Akhirnya we are different, kesukaan kita beda tapi kita tetap oke!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s