What Should I Do?

Posted on

Sudah hampir delapan bulan saya kuliah di jurusan Fisika, universitas diponegoro. Sudah semester ke-2, dan baru saja (saat ini pun masih) dari tanggal 4 April kemarin menjalani Ujian Tengah Semester [ Evaluasi Tengah Semester]. Banyak hal yang saya alami di sini, seperti halnya postingan-postingan yang saya upload walaupun nggak banyak-banyak banget. Namun terkadanga ada seceletuk keingginan yang dari dulu tidak dapat hilang, saya masih belum bisa melupakan kampus seberang, yang katanya kampus Perjuangan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember [ITS] yang jauh disana.

Saya rasa dulu, saya bisa menjajakan kaki di negeri Surabaya. Menuntut ilmu disana, mengembangkan bakat saya disana. Namun takdir mungkin berkata lain ternyata saya keterima di sini di UNDIP. Tak dapat dipungkliri lagi, dalam keadaan saya yang masih belum dapat istilahnya “move on” ya sedikit-sedikit baper kalau ada yang  menyinggung kampus tersebut. Apalagi yang membicarakannya nggak Cuma satu atau dua orang, hampir di setiap diskusi ilmiah namanya selalu di sebut “ITS” , kajian ilmu di masjid UNDIP membahas PKM pun namanya juga akan selalu di sebut.

Lantas apa yang saya lakukan…
ya saya masih terlalu gambalang untuk mengatur perasaan saya, bahkan sering terjerembab ketika ngobrol dengan teman-teman saya yang lain. Yang akhirnya saya menjadikan pembicaraan dengan teman saya dengan topik “membandingkan ITS dan UNDIP”. Dan I think that my Friend, akan merasa Ill feel sama saya.  Beberapa hari yang lalu, saya mendapati seorang pemilik akun di line yang ternayata meupakan seorang anak ITS yang dulunya anak UNDIP [kemungkinan di tahun sebelumnya 2014, dia masuk di UNDIP namun dapet jurusan yang belum terlalu feel sama dia. Lalu akhirnya ikut SBMPTN lagi. Dan akhirnya dia diterima 2015 di Teknik Kimia ITS] so.. what should i do? Apa aku juga harus ikut SBMPTN lagi, padahal pengen ikut banget. Namun mungkin gara-gara kendala daftar SBMPTN tahun 2016 ini begitu membumbung tinggi dengan kenaikan 100% dari biaya pendaftaran SBMPTN 2015. Dan ditambah lagi saya begitu eman dengan beasiswa bidik misi yang saya terima. Kalau saya keterima SBMPTN lagi saya harus melepas status saya sebagai mahasiswa penerima Bidik Misi, ditambah pengembalian uang bidik misi selama Dua Semester ini.

Tetapi… Saya masih ingin menjadi seorang Engginer seorang anak teknik. Bukan malah menjadi seorang scientist yang nggak jelas kayak gini, jurusan Fisika katanya prospek kerjannya kurang?’ hah.. sepertinya iya. Dari jurusan ini pun saya masih bingung saya mau nggapain setelah kuliah nanti. Jadi dosen? Saya harus kuliah S2 lagi, tetapi jika tidak. Ah.. berat sekali.
saya ingin jadi Engginer….

logo-its-biru-transparan.png
kisah lama yang selalu dinanti
Logo_UNDIP
Realita saat ini
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s