Kaderisasi dan Setitik Rasa Kontribusi

Posted on Updated on

[Pengantar]
“Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa.
merintih kalau di tekan, tetapi menindas kalau berkuasa.
mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain.
setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah.
mereka akan jadi koban-korban baru untuk di tipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi”
-Soe Hok Gie-
Lupakan pengantar tulisan ini. Barang kali ini juga tidak ada artinya sama sekali. Bukan ada maksud terselubung pada pengantar ini. ini hanya sebuah, perkatan dari salah seorang aktivis di zamannya. Di zaman sekarang sepertinya sudah tidak ada atau bahkan sampai menjamur dimana-mana. Jangan terlalu dipikirkan pengantar ini karena ke-bolehjadian-nya sama sekali tidak ada korelasi dengan maksud yang saya ingin tulis didalam catatan ini. [Efek dari Membaca, saya sangat ingin menuliskannya tetapi belum menemukan tempat yang cocok untuk menuliskannya]
==========================================================================
Sudah lama sekali saya tidak menerbitkan catatan. mungkin karena sudah malas atau memang tidak ada ide sama sekali, atau barang kali juga sudah ogah melanjutkan tulisan-tulisan yang setengah jadi. Kemudian dihapus,lalu ditulis ulang lagi. kemarin baru saja diadakan pengukuhan dari Jurusan untuk Angkatan saya. 05 Maret 2016. Sabtu. nampaknya akan jadi hari yang tidak akan terlupakan, atau bisa jadi menjadi hari yang biasa saja seperti sebelumnya. saya tidak ingin bercerita bagaimana serangkaian proses yang saya alami selama sesemester kemarin. karena akan panjang dan pastilah membosankan untuk didengar. terlebih saya sepertinya juga tak layak untuk menuliskan kisah ini.
[Ulat-Ulat Kaderisasi]
Sebenarnya apa kaderisasi jurusan itu? Prosesnya bagaimana? Haha… pertanyaan yang terlalu umum, dan membosankan untuk di jawab. Pikirku. Karena semua mahasiswa baru pasti sudah mengerti gambaran ringkasnya. Tetapi, ada juga banyak hal yang belum saya pahami dari maksud kataini. Kaderisasi untuk apa? Apa dampaknya bagi saya? Pentingkah itu bagi saya?. Walaupun prosesnya hingga saat ini telah usai. Masih banyak cabang pertanyaan yang belum dapat terjawab dengan baik. Ah.. Aku berdalih bukan. Sepertinya itu salah ku sendiri, karena sejak awal hanya memposisikan diriku sebagai Ulat-Ulat Kaderisasi yang tidak sungguh-sungguh menjalankannya. Bahkan aku tersadar proses ini, Bulan Januari atu Desember. Saya Lupa (atau lebih tepatnya pelupa). 13 Januari 2016. Dihari itu, barulah saya mengerti jika kaderisasi itu ada mekanismenya, ada penunjuk jalannya.Baru kemudian secara sadar, mengerti dan memahami.
Tapi lagi-lagi saya hanya mau jadi Ulat ( tetapi semuanya memang jadi Ulat Kaderisasi). Ulat yang memakan segala sesuatu yang dapat ia makan. Menghabiskan segala tugas dan tantangan dari para petua di jurusan. Tapi aku ulat yang seperti apa? Ulat suka pilih-pilih makanan? Atau Ulat rakus yang mengambil seluruh makanan yang ada?. Seekor ulat pun tak hanya mampu memakan apa yang ia makan, tak jarang Ulat pun membuat gatal siapa yang memegangnya. Gatal disini mungkin dapat dimaksudkan membuat geram dan marah panitianya mungkin? Mungkin? Tidak begitu benar atau tidak begitu salah.
Satu hal yang saya rasakan ketika menjadi ulat kaderisasi. Didalam suatu pohon. Setiap ulat akan mengambil andilnya sendiri-sendiri. Akan ada ulat yang terus makan tanpa memperdulikan yang lain, akan ada ulat yang berdiam-diri padahal ia tahu itu adalah makanan yang harus dihabiskan. Ada ulat yang hanya memilih-milih makanan yang ia sukai. Dan ada ulat yang ketika dia makan ketika dia sudah kenyang, maka ia berhenti makan. Dan semua ulat itu BENAR.
[Kekeluargaan]
Kekeluargaan yang tekadang juga menjadi sebuah tanda tanya bagi saya. Kekeluargaan seperti apa yang di maksudkan. Ketika kekeluaragaan dijadikan sebagai sebuah acuan penilaian. Apakah itu mutlak benar. Sedangkan yang saya ketahui, bawasannya kekeluargaan itu memasuki ranah suatu “Rasa”. Dan rasa adalah suatu hal yang tidak dapat diukur secara pasti. Rasa itu suatu bagian dari kualitas. Sehingga saya pun tidak dapat menyatakan secara Real apa yang terselubung dari rasa itu.
Hingga sebuah analogi mengenai kereta menjadi suatu hal yang luar biasa. Mengambil analogi sebuah Kereta, di setiap bagian tubuhnya ia memiliki bagian dan fungsinya masing-masing. Kepala [Tempat kondektur mengoperasikan nya] memiliki fungsinya, Roda memilki fungsinya, dan Bagian gerbong pun memiliki fungsinya. Ketika kereta ini tidak di rawat oleh pemiliknya, dan kondisi kereta ini terpanaskan oleh sinar matahari yang selalu hadir di siang harinya dan dinginnya malam menbuatnya rusak dan karatan. Lalu bagian mana yang akan rusak terlebih dahulu?. Atau bagian manakah yang paling penting diantara ketiganya? Kepala, Roda, atau Gerbong?. Ketiganya sama-sama penting, ketiganya sama-sama membutuhakan. Coba engkau membayangkan, apakah sebuah kereta dapat bergerak tanpa sebuah roda? Tidak bukan. Apakah sebuah roda dengan kepala dapat bergerak sendiri tanpa adanya gerbong? Mungkin bisa, tetapi apakah tidak percuma juga? Buakan kah sebuah keluarga itu harusnya merangkul satu dan yang lain, harusnya satu keluarga harus bersama-sama melindungi yang lain. Apakah kalian ingat sebuah kisah ombak dipantai?. Begini ceritanya [dikutip dari buku jingga]
“….. seperti sebuah permainan yang akbar. Ilusi besar-besaran! Seolah maraknya ombak-ombak di depan ini membuatku semua orang lupa bahwa sebetulnya mereka ada di laut yang sama. ‘aku tidak pede,’ curhat sebuah ombak kecil dalam sebuah cerita komik zen pada ombak lainnya, ‘ombak-ombak lainnya begitu besar dan kuat, tapi aku begitu kecil dan lemah.’ Ombak besar di sebelahnya segera menjawab. ‘jangan khawatir, Nak. Kita laut yang sama.’
Ombak besaritu bahkan tidak menjawab. ‘jangan khawatir nak. Kita sesama ombak saling bersaudara dan siap mendukung satu sama lain,’ melainkan, ‘kita benar-benar laut yang sama.”
Bahkan ada atau tidak adapun ombak, laut ini tetaplah laut yang sama. Bayangkan dunia semacam apa yang akan tercipta jika bahkan fondasi ilmu pengetahuan pun berdasarkan kesatuan ini. mungkin apapun yang kecil-kecil menjadi tiba-tiba dianggap penting pula bagi kelangsungan hidup seluruh bangsa. Begitulah keluarga merangkul yang lain, karena kita adalah satu bagian.
Jadi, ketika kelarga dijadikan sebagai sebuah alasan. Ya boleh dan bisa jadi, karena hakikat keluarga juga akan tetap ada. Dan benar adanya kekeluargaan itu timbul karena proses yang begitu panjang ini. “Witing Tresno Jalaran Soko Kulina” , begitu pula kekeluargan muncul karena sering bertemu dan berinteraksi.
[Panitia Macam apa Kalian]
Dalam proses tersebut juga terdapat, sebuah panitia khusus yang menangani proses Kaderisasi panjang di Jurusan saya. Saya sama sekali tidak mengenal mereka. Saya tidak tahu mereka siapa saja. bahkan ketika saya seorang kakak tingkat bertanya sudah tahu panitia kaderisasinya siapa saja?” “secara stuktual, keseluruhan dari PSC sendiri ya banyak yang belum tahu lah kak. Yang saya tahu selama ini baru kakak-kakak yang muncul dan berinteraksi langsung terhadap kami”. Parah sekali bukan diriku ini. 13 Januari 2016. Tepat setelah penjelasan alur kaderisasi oleh ketua PSDM Jurusan.
Yang saya tahu dari mereka adalah mereka orang-orang yang merelakan waktunya untuk orang-orang semacam aku ini, mahasiswa baru yang masih perlu dibantu untuk mereduksi kebiasaan semasa SMAnya. Mareka mau memuang waktu yang begitu berharga untuk mengurusi kami. Di Angkatan sendiri, kumpul angkatan diadakan hampir setiap hari. Dan kakak-kakak inilah yang menjaga dan mendampingi kami. Ketika kumpul jam 06.00 pagi, mereka akan datang lebih awal. Ditambah evaluasi yang mereka berikan untuk PH Angkatan. Dan bisanya sampai malam. Mereka hebat sekali. Bahkan, ketika aku tidak terlalu siap untuk ditempatkan sepertiitu. Karena jurusan ini, termasuk kedalam kategori jurusan yang berat. Persaingan akademik begitu ketat. Bagaimana waktu yang bergitu banyak nya terbuang untuk mengurus. Anak-anak kecil yang berusaha mempertanggung jawabkan sebuah nama, sebuah pengakuan. Tetapi kenapa mereka masih mau?.
Ada sebuah kutipan, yang saya ambil dari seseorang yang hebat pula. “PSDM, bukanlah tempat orang-orang sempurna. ini adalah tempat orang-orang yang menginfakan dirinya untuk “Menyempurakan”” . begitulah gambaran singkatnya Orang-orang yang meninfakan dirinya utuk menyempurnakan adek tingkatnya. Dan pada akhirnya yang bertanya tadi juga bagian dari panitia itu sendiri. Sedih bukan
[Setitik Kontribusi yang Dipertanyakan]
Ah… saya agak malas membahas ini. Kontribusi pada dasarnya dapat di kelompokan menjadi beberapa bentuk. Tapi yang paling kentara dari bentuk kontribusi aktif, adalah ketika kita mampu untuk masuk dan menjajaki berbagai kedududukan di suatu Organisasi. Karena tujuan dari proses utama dari proses ini adalah untuk melahirkan kader, bukan? Melahirkan generasi-generasi penerus yang akan melanjutkan keberlangsungan suatu organisasi yang telah berjalan secara turun-temurun. Dan walaupun secara tidak jelas, akan muncul permainan lain yang akan mengendalikannya Politik, Relasi, kekuasaan dan kemampuan akan selalu bercampur tangan di dalamnya. Tapi itulah cara untuk bisa memberi pengaruh yang besar .
Tapi saya tidak suka, saya tidak terlalu suka politik….
saya hanya suka mengamati mereka.
[Orang-Orang Hebat yang Muncul Kepermukaan]
-lihatlah kesekelilngmu, ketika kau anggap mereka orang-orang biasa. Bahkan orang-orang yang tidak berguna. Kau salah, mereka semua adalah orang-orang hebat. Yang membawa ceritaya masing-masing. Maka belajarlah dengan mereka-
maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan.
karena saya hanyalah seorang mahasiswa biasa, tanpa kekuasaan tanpa kedudukan saya hanya meluapkan apa yang ada dalam hati saya melalui tulisan, karena dengannya saya dapat menjadi diri saya sendiri, bukan terpengaruh pandangan orang lain.
walaupun terkadang saya cenderung mengutip pandangan orang lain yang mendukung pandangan saya. dan karena itulah saya suka menjadi mahasiswa yang biasa saja. tetapi saya tidak mau menjadi mahasiswa normal :).
Semarang, 20 Maret 2016
01.10 WIB
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s