Anna, Gadis yang Berbeda

Posted on

Namanya Ana.
seorang gadis kecil, kira-kira seusia dengan adik ku.
dia kelas 5 SD.
namun di berbeda, seorang anak difabel yang kiranya tidak seperti anak-anak yang lain.
aku tidak tahu apa yang ia rasakan, karena pastilah berat hidup dengan orang-orang yang menganggapnya berbeda. di lingkungan rumah, di lingkungan masyarakat apalagi di lingkungan Sekolahnya.
mungkin begitu… aku tak tahu aslinya. hanya saja kemarin ketika aku sempat bertanya padanya ” De, hari minggu kok nggak keluar? kan enak hari minggu main-main ke tempat teman smile emotikondan hanya sepatah kata itu yang aku dapati “Nggak kok, lha wong disekolah aku nggak punya teman. temen-temenku pada *Tiitttt (Maaf sensor) sama aku”.

begitu gambaranya…
mungkin bukan si ana saja yang mengalaminya. mendapatkan penolakan-penolakan di lingkungan sekitarnya. wong terkadang yang sama seperti mereka, tidak punya kekurangan juga mengalami penolakan yang demikian.
Ana masih kecil, tapi hatinya bagitu besar…
dia pasti marah dan kecewa, namun dia tetap biasa dan tersenyum ketika menjawab begitu.
berapa lama waktu yang ia perlukan untuk belajar, belajar menentang segala amarah yang ia rasakan.

Minggu. 13 Maret 2015
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s