Penjelasannya Melihat Gerhana Matahari Bisa Menyebabkan Kebutaan…!!

Posted on Updated on

07.23

Sebentar lagi, pada tanggal 9 Maret 2016 akan berlangsungnya gerhana matahari. Momen langka ini sangat dinantikan oleh banyak orang di Indonesia maupun mancanegara. Beruntunglah Indonesia sebagai salah satu negara sebagai tempat berlangsungnya gerhana matahari total. Tentunya hal ini akan meningkatkan daya wisata di Indonesia. Karena para ilmuwan bahkan turis asing dari berbagai negara akan berkunjung ke Indonesia untuk menyaksikan gerhana matahari total.

Tidak hanya para ilmuwan ingin menyaksikan gerhana matahari ini, tentunya masyarakat biasa juga ingin menyaksikan momen langka ini. Masyrakat di himbau agar tidak melihat gerhana matahari secara langsung. Karena melihat gerhana matahari secara langsung dapat menyebabkan gangguan mata seperti kebutaan sementara bahkan kebuataan permanen.

Melihat gerhana matahari sangat bahaya saat berlangsungnya gerhana matahari sebagian, sebaliknya ketika gerhana matahari total, sudah tidak bahaya lagi. Kendati begitu, sebaiknya kita tetap memakai pengaman mata ketika gerhana matahari total juga.

Gerhana matahari sangat bahaya dilihat secara langsung karena pada dasarnya matahari memancarkan cahaya tampak dan tidak tampak. Cahaya tampak ialah cahaya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Sedangkan cahaya tidak tampak seperti sinar Ultraviolet. Sinar ultraviolet (Sinar UV) ini yang sangat berbahaya bagi retina mata manusia. Sinar ultraviolet memiliki frekuensi yang lumayan tinggi sehingga berbahaya bagi mata manusia.

Berdasarkan ilmu fisiologi sinar UV dapat menyebabkan reaksi kimi di mata manusia. Karena jika sinar UV mengenai retina kita dapat menyebabkan retina terpanggang. Sinar UV ini menyebabkan sel batang dan sel kerucut mata mengalami kerusakan.

Pada saat terjadinya gerhana matahari sebagian akan terpancar sinar dari matahari yang berintentitas tinggi. Hal ini yang menjadi penyebab kebutaan mata manusia jika melihat gerhana matahari tanpa menggunakan pengaman. Namun, saat terjadinya kerusakan retina di mata kita, kita tidak mengalami rasa sakit. Karena retina mata tidak memiliki sensor sakit.

Lalu bagaimana jika kita ingin menyaksikan gerhana matahari ini??
Tenang dulu sobat kreatif, kita tetap dapat menyaksikan gerhana matahari ini dengan menggunakan kacamata yang memiliki filter khusus yang di rancang untuk melihat gerhana matahari. Sedangkan kaca mata hitam, film dan sejenisnya tidak dapat digunakan untuk menyaksika gerhana matahari ini.

Jika ingin mengambil foto gerhana matahari juga jangan langsung melihatnya di view finder, sebaiknya melihat di layar kamera kita.

Tertarik tidak menyaksikan gerhana matahari..??? jika tertarik siapkan dulu kacamata filter khusus melihat gerahana matahari..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s