Month: March 2016

Selembar Amanah

Posted on

seperti yang saya sempat tulis pada postingan-postingan yang lalu. bawasannya capaian akhir dari adanya sebuah kaderisasi adalah memunculkan kader-kader penerus suatu organisasi. berhubung masa kaderisasi dari jurusan saya sendiri, Fisika-Universitas Diponegoro juga sudah selesai. sekarang adalah bagaimana cara saya ikut berkontribusi untuk jurusan dan fakultas saya. fakultas sains dan matematika.
sebenarnya ada banyak sekali organisasi yang ada di FSM ini, seperti BEM, SENAT, HM, RISET , ROHIS dan masih ada beberapa UPK, dan UKM lain. saya sendiri memilih untuk mengikuti dan menjadi bagian, lebih tepatnya saya mengikuti Tiga Organisasi yakni RIC [Lembaga Riset Faktultas], Madani [Kerohanian Islam Fakultas] dan Cosmos [Lembaga Riset Jurusan]. banyak banget ya… hihihi… saya rasa juga begitu.
lalau gimana sih rasanya terjun ke kehidupan organisasi kampus yang semacam itu?
saat awal-awal masuk kepengurusan sih saya senang dan tenang-tenang saja, namun setelah beberapa bulan (kira-kira satu bulanan lebih ini) ternyata kegiatan nya. super sekali. super penuh super sibuk dan super capek. hehe…. nggak sampek segitunya juga kok. karena kegiatan yang ada di organisasi pun seru-seru banget, nggak akan ada yang namanya gabut dan nggak ada kerjaan. sabtu-minggu yang biasanya hanya di buat kegiatan yang terlalu bermanfaat. dapat kalian optimalkan melalui organisasi-organisasi.
ya… satu komitmen yang saya buat yakni Amanah, bertanggung jawab dan jangan sampai ilang-ilangan kalau di organisasi. insyaalah…. dapat menjalankan segala amanah dengan baik.

Sistem Baru Parkiran FSM

Posted on Updated on

Seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini mulai tergantinya sistem parkir di lingkungan kampus fakultas sains dan matematika ini. Pembaruan ini terlihat dari sistem masuk kedalam parkiran kampusnya, kalau dulu kamu bisa nyelonong seenaknya masuk ke kampus. Nah sekarang kamu harus ngambil tiket terlebih dahulu, tiket terebut berupa kartu dengan nomer yang acak. Hal ini di lakukan sebagai dampak dari maraknya pembegalan dan pencurian motor di lingkungan kampus. Tetapi apakah hal tersebut sudah cukup efektif?

Beberapa lalu di salah satu postingan akun sosial media milik   anggota BEM Fakultas Sains dan Matematika . Atas nama oliver. Saya belum tahu yang mana sih namanya kak oliver ini. Tapi kemarin orang sempat mengkritisi hal tersebut. Sebagai seorang mahasiswa Fsm saya sih setuju saja dengan kebijakan yang demikian. Supaya satpam-satpam nya juga nggak terlihat nganggur dan kurang kerjaan. Tapi ada beberapa hal yang kurang disipkan, sehingga cara ini oleh sebagian mahasiswa dianggap kurang matang. Seperti penempatan tempat pengambialn kartunyahanya di pos satpam bagian belakang. sedangkan  pos satpam samping dekanat depan malah nggak di kasih tempat pengambilan kartunya. Padahal sebagai seorang mahasiswa yang lagi aktif-aktifnya ikut  berorganisasi seperti saya ini, biasanya melangsungkan rapat pagi sebelum jam enam dan jam enam gerbang bagian belakang juga belum di buka. Akhirnya saya masuk lewat depan. ya lantas waktu keluar dari parkiran pun, saya di pinggirkan oleh pak satpan yang keluar karena tidak mempunyai kartu parkiran. saya mencoba untuk menjelaskan, lalu paksatpamnya hanya mendekte saya dengan pertanyaan.

kenapa kok nggak bawa kartu?

emang ngapain mbak kok pagi-pagi datang ke kampus?

dan pertanyaan lain yang seharusnya bisa pak satpam pikir sendiri.

ya seenggaknya kalau di buat sistem yang demikian juga harus di laksanakan secara maksimal dan matang. soalnya tertera di papan penggumuman kemarin ada pernyataan semacaam “jika tidak dapat menunjukan kartu parkiran, dikenakan denda sebesar 50 k” ampun.. 50 k itu udah banyak bagi mahasiswa semacam saya…

hiks…hiks…

semoga FSM semakin keren

Anna, Gadis yang Berbeda

Posted on

Namanya Ana.
seorang gadis kecil, kira-kira seusia dengan adik ku.
dia kelas 5 SD.
namun di berbeda, seorang anak difabel yang kiranya tidak seperti anak-anak yang lain.
aku tidak tahu apa yang ia rasakan, karena pastilah berat hidup dengan orang-orang yang menganggapnya berbeda. di lingkungan rumah, di lingkungan masyarakat apalagi di lingkungan Sekolahnya.
mungkin begitu… aku tak tahu aslinya. hanya saja kemarin ketika aku sempat bertanya padanya ” De, hari minggu kok nggak keluar? kan enak hari minggu main-main ke tempat teman smile emotikondan hanya sepatah kata itu yang aku dapati “Nggak kok, lha wong disekolah aku nggak punya teman. temen-temenku pada *Tiitttt (Maaf sensor) sama aku”.

begitu gambaranya…
mungkin bukan si ana saja yang mengalaminya. mendapatkan penolakan-penolakan di lingkungan sekitarnya. wong terkadang yang sama seperti mereka, tidak punya kekurangan juga mengalami penolakan yang demikian.
Ana masih kecil, tapi hatinya bagitu besar…
dia pasti marah dan kecewa, namun dia tetap biasa dan tersenyum ketika menjawab begitu.
berapa lama waktu yang ia perlukan untuk belajar, belajar menentang segala amarah yang ia rasakan.

Minggu. 13 Maret 2015

Kaderisasi dan Setitik Rasa Kontribusi

Posted on Updated on

[Pengantar]
“Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa.
merintih kalau di tekan, tetapi menindas kalau berkuasa.
mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain.
setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah.
mereka akan jadi koban-korban baru untuk di tipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi”
-Soe Hok Gie-
Lupakan pengantar tulisan ini. Barang kali ini juga tidak ada artinya sama sekali. Bukan ada maksud terselubung pada pengantar ini. ini hanya sebuah, perkatan dari salah seorang aktivis di zamannya. Di zaman sekarang sepertinya sudah tidak ada atau bahkan sampai menjamur dimana-mana. Jangan terlalu dipikirkan pengantar ini karena ke-bolehjadian-nya sama sekali tidak ada korelasi dengan maksud yang saya ingin tulis didalam catatan ini. [Efek dari Membaca, saya sangat ingin menuliskannya tetapi belum menemukan tempat yang cocok untuk menuliskannya]
==========================================================================
Sudah lama sekali saya tidak menerbitkan catatan. mungkin karena sudah malas atau memang tidak ada ide sama sekali, atau barang kali juga sudah ogah melanjutkan tulisan-tulisan yang setengah jadi. Kemudian dihapus,lalu ditulis ulang lagi. kemarin baru saja diadakan pengukuhan dari Jurusan untuk Angkatan saya. 05 Maret 2016. Sabtu. nampaknya akan jadi hari yang tidak akan terlupakan, atau bisa jadi menjadi hari yang biasa saja seperti sebelumnya. saya tidak ingin bercerita bagaimana serangkaian proses yang saya alami selama sesemester kemarin. karena akan panjang dan pastilah membosankan untuk didengar. terlebih saya sepertinya juga tak layak untuk menuliskan kisah ini.
[Ulat-Ulat Kaderisasi]
Sebenarnya apa kaderisasi jurusan itu? Prosesnya bagaimana? Haha… pertanyaan yang terlalu umum, dan membosankan untuk di jawab. Pikirku. Karena semua mahasiswa baru pasti sudah mengerti gambaran ringkasnya. Tetapi, ada juga banyak hal yang belum saya pahami dari maksud kataini. Kaderisasi untuk apa? Apa dampaknya bagi saya? Pentingkah itu bagi saya?. Walaupun prosesnya hingga saat ini telah usai. Masih banyak cabang pertanyaan yang belum dapat terjawab dengan baik. Ah.. Aku berdalih bukan. Sepertinya itu salah ku sendiri, karena sejak awal hanya memposisikan diriku sebagai Ulat-Ulat Kaderisasi yang tidak sungguh-sungguh menjalankannya. Bahkan aku tersadar proses ini, Bulan Januari atu Desember. Saya Lupa (atau lebih tepatnya pelupa). 13 Januari 2016. Dihari itu, barulah saya mengerti jika kaderisasi itu ada mekanismenya, ada penunjuk jalannya.Baru kemudian secara sadar, mengerti dan memahami.
Tapi lagi-lagi saya hanya mau jadi Ulat ( tetapi semuanya memang jadi Ulat Kaderisasi). Ulat yang memakan segala sesuatu yang dapat ia makan. Menghabiskan segala tugas dan tantangan dari para petua di jurusan. Tapi aku ulat yang seperti apa? Ulat suka pilih-pilih makanan? Atau Ulat rakus yang mengambil seluruh makanan yang ada?. Seekor ulat pun tak hanya mampu memakan apa yang ia makan, tak jarang Ulat pun membuat gatal siapa yang memegangnya. Gatal disini mungkin dapat dimaksudkan membuat geram dan marah panitianya mungkin? Mungkin? Tidak begitu benar atau tidak begitu salah.
Satu hal yang saya rasakan ketika menjadi ulat kaderisasi. Didalam suatu pohon. Setiap ulat akan mengambil andilnya sendiri-sendiri. Akan ada ulat yang terus makan tanpa memperdulikan yang lain, akan ada ulat yang berdiam-diri padahal ia tahu itu adalah makanan yang harus dihabiskan. Ada ulat yang hanya memilih-milih makanan yang ia sukai. Dan ada ulat yang ketika dia makan ketika dia sudah kenyang, maka ia berhenti makan. Dan semua ulat itu BENAR.
[Kekeluargaan]
Kekeluargaan yang tekadang juga menjadi sebuah tanda tanya bagi saya. Kekeluargaan seperti apa yang di maksudkan. Ketika kekeluaragaan dijadikan sebagai sebuah acuan penilaian. Apakah itu mutlak benar. Sedangkan yang saya ketahui, bawasannya kekeluargaan itu memasuki ranah suatu “Rasa”. Dan rasa adalah suatu hal yang tidak dapat diukur secara pasti. Rasa itu suatu bagian dari kualitas. Sehingga saya pun tidak dapat menyatakan secara Real apa yang terselubung dari rasa itu.
Hingga sebuah analogi mengenai kereta menjadi suatu hal yang luar biasa. Mengambil analogi sebuah Kereta, di setiap bagian tubuhnya ia memiliki bagian dan fungsinya masing-masing. Kepala [Tempat kondektur mengoperasikan nya] memiliki fungsinya, Roda memilki fungsinya, dan Bagian gerbong pun memiliki fungsinya. Ketika kereta ini tidak di rawat oleh pemiliknya, dan kondisi kereta ini terpanaskan oleh sinar matahari yang selalu hadir di siang harinya dan dinginnya malam menbuatnya rusak dan karatan. Lalu bagian mana yang akan rusak terlebih dahulu?. Atau bagian manakah yang paling penting diantara ketiganya? Kepala, Roda, atau Gerbong?. Ketiganya sama-sama penting, ketiganya sama-sama membutuhakan. Coba engkau membayangkan, apakah sebuah kereta dapat bergerak tanpa sebuah roda? Tidak bukan. Apakah sebuah roda dengan kepala dapat bergerak sendiri tanpa adanya gerbong? Mungkin bisa, tetapi apakah tidak percuma juga? Buakan kah sebuah keluarga itu harusnya merangkul satu dan yang lain, harusnya satu keluarga harus bersama-sama melindungi yang lain. Apakah kalian ingat sebuah kisah ombak dipantai?. Begini ceritanya [dikutip dari buku jingga]
“….. seperti sebuah permainan yang akbar. Ilusi besar-besaran! Seolah maraknya ombak-ombak di depan ini membuatku semua orang lupa bahwa sebetulnya mereka ada di laut yang sama. ‘aku tidak pede,’ curhat sebuah ombak kecil dalam sebuah cerita komik zen pada ombak lainnya, ‘ombak-ombak lainnya begitu besar dan kuat, tapi aku begitu kecil dan lemah.’ Ombak besar di sebelahnya segera menjawab. ‘jangan khawatir, Nak. Kita laut yang sama.’
Ombak besaritu bahkan tidak menjawab. ‘jangan khawatir nak. Kita sesama ombak saling bersaudara dan siap mendukung satu sama lain,’ melainkan, ‘kita benar-benar laut yang sama.”
Bahkan ada atau tidak adapun ombak, laut ini tetaplah laut yang sama. Bayangkan dunia semacam apa yang akan tercipta jika bahkan fondasi ilmu pengetahuan pun berdasarkan kesatuan ini. mungkin apapun yang kecil-kecil menjadi tiba-tiba dianggap penting pula bagi kelangsungan hidup seluruh bangsa. Begitulah keluarga merangkul yang lain, karena kita adalah satu bagian.
Jadi, ketika kelarga dijadikan sebagai sebuah alasan. Ya boleh dan bisa jadi, karena hakikat keluarga juga akan tetap ada. Dan benar adanya kekeluargaan itu timbul karena proses yang begitu panjang ini. “Witing Tresno Jalaran Soko Kulina” , begitu pula kekeluargan muncul karena sering bertemu dan berinteraksi.
[Panitia Macam apa Kalian]
Dalam proses tersebut juga terdapat, sebuah panitia khusus yang menangani proses Kaderisasi panjang di Jurusan saya. Saya sama sekali tidak mengenal mereka. Saya tidak tahu mereka siapa saja. bahkan ketika saya seorang kakak tingkat bertanya sudah tahu panitia kaderisasinya siapa saja?” “secara stuktual, keseluruhan dari PSC sendiri ya banyak yang belum tahu lah kak. Yang saya tahu selama ini baru kakak-kakak yang muncul dan berinteraksi langsung terhadap kami”. Parah sekali bukan diriku ini. 13 Januari 2016. Tepat setelah penjelasan alur kaderisasi oleh ketua PSDM Jurusan.
Yang saya tahu dari mereka adalah mereka orang-orang yang merelakan waktunya untuk orang-orang semacam aku ini, mahasiswa baru yang masih perlu dibantu untuk mereduksi kebiasaan semasa SMAnya. Mareka mau memuang waktu yang begitu berharga untuk mengurusi kami. Di Angkatan sendiri, kumpul angkatan diadakan hampir setiap hari. Dan kakak-kakak inilah yang menjaga dan mendampingi kami. Ketika kumpul jam 06.00 pagi, mereka akan datang lebih awal. Ditambah evaluasi yang mereka berikan untuk PH Angkatan. Dan bisanya sampai malam. Mereka hebat sekali. Bahkan, ketika aku tidak terlalu siap untuk ditempatkan sepertiitu. Karena jurusan ini, termasuk kedalam kategori jurusan yang berat. Persaingan akademik begitu ketat. Bagaimana waktu yang bergitu banyak nya terbuang untuk mengurus. Anak-anak kecil yang berusaha mempertanggung jawabkan sebuah nama, sebuah pengakuan. Tetapi kenapa mereka masih mau?.
Ada sebuah kutipan, yang saya ambil dari seseorang yang hebat pula. “PSDM, bukanlah tempat orang-orang sempurna. ini adalah tempat orang-orang yang menginfakan dirinya untuk “Menyempurakan”” . begitulah gambaran singkatnya Orang-orang yang meninfakan dirinya utuk menyempurnakan adek tingkatnya. Dan pada akhirnya yang bertanya tadi juga bagian dari panitia itu sendiri. Sedih bukan
[Setitik Kontribusi yang Dipertanyakan]
Ah… saya agak malas membahas ini. Kontribusi pada dasarnya dapat di kelompokan menjadi beberapa bentuk. Tapi yang paling kentara dari bentuk kontribusi aktif, adalah ketika kita mampu untuk masuk dan menjajaki berbagai kedududukan di suatu Organisasi. Karena tujuan dari proses utama dari proses ini adalah untuk melahirkan kader, bukan? Melahirkan generasi-generasi penerus yang akan melanjutkan keberlangsungan suatu organisasi yang telah berjalan secara turun-temurun. Dan walaupun secara tidak jelas, akan muncul permainan lain yang akan mengendalikannya Politik, Relasi, kekuasaan dan kemampuan akan selalu bercampur tangan di dalamnya. Tapi itulah cara untuk bisa memberi pengaruh yang besar .
Tapi saya tidak suka, saya tidak terlalu suka politik….
saya hanya suka mengamati mereka.
[Orang-Orang Hebat yang Muncul Kepermukaan]
-lihatlah kesekelilngmu, ketika kau anggap mereka orang-orang biasa. Bahkan orang-orang yang tidak berguna. Kau salah, mereka semua adalah orang-orang hebat. Yang membawa ceritaya masing-masing. Maka belajarlah dengan mereka-
maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan.
karena saya hanyalah seorang mahasiswa biasa, tanpa kekuasaan tanpa kedudukan saya hanya meluapkan apa yang ada dalam hati saya melalui tulisan, karena dengannya saya dapat menjadi diri saya sendiri, bukan terpengaruh pandangan orang lain.
walaupun terkadang saya cenderung mengutip pandangan orang lain yang mendukung pandangan saya. dan karena itulah saya suka menjadi mahasiswa yang biasa saja. tetapi saya tidak mau menjadi mahasiswa normal :).
Semarang, 20 Maret 2016
01.10 WIB

PASCAL Fisika UNDIP

Posted on Updated on

12821533_1142335225779192_5190281206254041470_n.jpg
pamflet program PASCAL. sumber Himpunan Mahasiswa Fisika 2016

PASCAl (Physics and Electronic Instrumentation Collaborate for Academic Dialogue and General lecture) merupakan salah satu program kerja tahunan dari HMF (Himpunan Mahasiswa Fisika ) Universitas Diponegoro.  Pada tahun ini HMF berkolaborasi dengan HMIE (Himpunan Mahasiswa Instrumentasi dan Elektronika). Pada PASCAL kali ini terdiri dari dua sesi yakni:

  • Dialog Akademik

Hari, Tanggal : Rabu , 16 Maret 2016

Waktu : 12.00 s.d. selesai

Tempat : Gedung Geothermal

  • Kuliah Umum

Hari, Tanggal : Kamis,17 Maret 2016

Waktu : 07.30 s.d. selesai

Tempat : Gedung Geothermal

Tapi saya nggak akan membahas sesi yang pertama. Dialog Akademik karena saya juga belum terlalu paham, (efek telat datang hiks…). tapi secara umum Dialog Akademik ini berisi tentang Dialog yang di lakaukan oleh Mahasiswa Jurusan Fisika dengan dosen Jurusan, untuk membicarakan bagaimana sih fisika kedepannya, mau dibawa kemana nama fisika kedepannya dan sebagai wadah mahasiswa untuk mengkritisi, menyalurkan aspirasi dan memberikan solusi bagi jurusan Fisika.

Yang saya bahas di sini adalah mengenai, sesi yang kedua yakni Kuliah Umum. Kuliah umum terdiri dari dua sesi pula. Di sesi pertama ada penjelasan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Pembicaranya oleh direktur PT. Merck Indonesia dan untuk sesi berikutnya adalah dari bapak Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si, yang merupakan salah satu dosen dari Departemen Elektronika dan Informasi (Afwan kalau salah ) UGM.  Saya akan menjelaskan lebih lanjut yang mengenai Kuliah Umum dari bapak Agni (karena masih dekat sekali hubungannya dengan Fisika, kan saya mau masuk Elins. Insyaalah)

Membahas tentang Sinergitas Perkembangan Teknologi Di Bidang Fisika Dalam Instrumentasi Dan Elektronika. Materi yang di sampaikan meliputi:

  1. Perkembangan teknologi di informasi dan elektonika
  2. Aplikasi instrumentasi dan elektronika
  3. Prospek kerja instrumentasi dan elektronika

Nah dari sini kita akan mebahas satu per satu.

  1. Perkembangan Teknologi di Instrumentasi dan Elektronika

Sebelum masuk kedalam pembahasan mengenai pengembangan dari Elins (Elektronik dan Instrumentasi) perlu kita ketahui bahwa Elins merupakan suatu program studi/ bidang minat yang mencakup dunia Fisika, Elektronika serta Rekayasa.  Kartena dalam penerapan ilmu dari Elins itu sendiri, memang mencakup ketiga bidang terebut. Listrik, Program, Robotika pasti tidak akann jauhjauhn  dari hal tersebut.  Untuk pengembangan dari Elins sediri sangat lah luas, karena perkembangan  teknologi

  1. Aplikasi instrumentasi dan elektronika

    1. Sistem Cerdas – Smart System

Sistem Cerdas dapat didefinisikan sebagai perangkat mini yang menggabungkan fungsi penginderaan, aktuasi dan kontrol.

Sistem tersebut mampu menjelaskan dan menganalisis situasi serta mengambil keputusan berdasarkan data yang tersedia secara prediktif maupun adaptif, sehingga (dianggap) melakukan tindakan cerdas.

Dalam kebanyakan kasus “kecerdasan” dari sistem dapat dikaitkan dengan operasi otonom berdasarkan kontrol kalang tertutup, efisiensi energi dan kemampuan jaringan.

2. Robotika – Robotics

Robotika adalah cabang dari teknologi yang berhubungan dengan perancangan, konstruksi, operasi, disposisi struktural, pembuatan dan penerapan robot.

Robotika terkait dengan ilmu elektronik, teknik, mekanik, dan perangkat lunak atau biasa disebut sebagai Mekatronika.

3. Otomasi Proses dan Instrumentasi – Process Automation and Instrumentation

Sebuah kontrol proses atau sistem otomasi (Process Automation System – PAS) digunakan untuk secara otomatis mengontrol proses seperti kimia, kilang minyak, pabrik kertas dan pulp.

PAS sering menggunakan jaringan untuk interkoneksi sensor, pengendali terminal operator dan aktuator.

Sebuah PAS sering didasarkan pada standar terbuka kontras dengan DCS (Distributed Control System), yang secara tradisional berpemilik. Namun dalam beberapa kali PAS dianggap lebih terkait dengan sistem SCADA.

3. Prospek kerja instrumentasi dan elektronika

Prospek kerja dari Elins meliputi

  1. Service Engginer
  2. Technical director
  3. Senor sales
  4. Software Analyst
  5. Field Test Engginer
  6. Manager network planing Engginer
  7. Customer Suport engginer
  8. Electronics and communicator consultant
  9. Research and Development software engginer

 

Student Exchange

Posted on

Kajian Rutin Maskam UNDIP

Wisata Ilmu

Rabu, 16 Maret 2016

Student Exchange

Inti dari segala perjuangan hidup adalah “Man Jadda Wa Jada”. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Sebagai seorang yang mempunyai cita-cita yang tinggi, kita harus bersungguh-sungguh dalam meraih apa yang kita inginkan. Ketika kita mendapati kegagalan dari apa yang kita lakukan. Jangan Lelah dan jangan malas untuk mencobanya kembali.

Pertimbangan saat memilih Kuliah di luar negeri

  1. Universitas yang kita tuju
  2. Lembaga penyedia beasiswa

Kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain. Bisa jadi kita mendapatkan beasiswa di Universitasnya saja atau mungkin kita hanya berhasil mendapatkan beasiswa dari penyedia Beasiswa saja. Yang jika kita tidak mendapatkan keduanya juga akan terlampau berat, karena mahalnya studi dan biaya hidup di luar negeri.

Dan hal yang paling pokok dari kedua pilihan tersebut adalah  setidaknya kita sudah mendapatkan beasiswa di universitas yang kita tuju. Kenapa? Karena kita sudah punya pegangan, dimana Donatur pasti akan lebih siap memeberikan bantuan dana atau beasiswa kepada kita  nantinya. Jika sudah di setujui maka kita akan mendapat Offer dari penyedia beasiswa. Biasanya offernya dapat berupa Conditional offer  (pilihan lain, yang meliputi apakah kita mau dialihkan oleh beasiswanya, bagaimana pengelolaan dana dan lain-lain) kemudian ada yang namanya Unconditional Offer (penerimaan tanpa syarat, tetapi kita harus menbayar beban biaya pendidikannya dan atau biaya hidup)

Hal lain yang perlu di perhatikan adalah pertama jika kita memilih negara yang menggunakan bahasa inggris. Seperti Negara Inggris, Amerika, Eropa dan kawasan Australia. Karena penggunaan bahasa inggris sangatlah penting pada Negara-negara tersebut. Jika kamu ingin mendapat beasiswa, maka yang harus kamu siapkan adalah Skor TOEFL yang lumayan besar. Rata-rata pada negara ini menggunakan standar TOEFL Internasional dengan International TOEFL berbasis IBT. Yang didalammnya kita sudah menguasai Writing, Speaking, Listening dan Reading dengan skor minimal 580-600.unuk biaya TOFL tersebut kurang lebih sekitar 2,5 sampai 3 juta rupiah.

Selain nilai TOEFL yang besar, yang di perhitungkan disini adalah nilai IP (Indeks Prestasi) selama kita kuliah. Nah, biasanya nilai IP yang menjadi persyaratan untuk pengajuan beasiswa adalah lebih dari 3. Tapi untuk zaman sekarang sudah mudah kan mendapat nilai lebih dari 3. Bahakan kalau sekarang di lihat malah kalau nggak mendapat nilai 3 berarti mahasiswa tersebut perlu di pertangakan. Hehe… Bercanda.

Kedua adalah Sekolah. Nah biasanya banyak program studi yang ditawarkan oleh pihak universitas atau penyedia Beasiswa nantinya. Program studinya juga akan beragam mulai dari S1 ke S2, S1 ke S3 atau S2 ke S3. Selain dari jangka waktu ynag berbea-beda adajuga model pembelajaran yang akan kita lakukan di kelas nanti, yakni ada studi yang berjalan seperti layaknya Kuliah biasa. Sedangkan beberapa studi akan melakukan Full Research di dalamnya. Jadi kita juga harus menyesuaikan program yang seperti apa yang akan kita tempuh nanti.

Penyedia Layanan Beasiswa

Penyedia layanan beasiswa ke luar negeri banyak sekali, di Indonesia sendiri ada beberapa penyedia layanan beasiswa yang cukup terkenal dan berkompeten. Beberapa di antaranya adalah

  1. Beasiswaa LPDP

Beasiswa LPDP (Lembaga pengelola dana penelitian), program ini merupakan program yang di kelola oleh Pemerintah Indonesia. Sebanyak 20 Triliun untuk 1600 mahasiswa setiap tahunnya. Namun program ini sagat Kompetitif sekali, saingannya bisa di bilang sangat lah ketat dan semakin meningkat setiap tahunnya.

Namun akan ada baiknya ketika kita sudah di terima di universitas negara tujuan kita, dan universitas tersebut merupakan universitas yang masuk ke rangking kurang dari 200 dunia. Hal ini akan sangat membantu karena pihak penyedia pun akan lebih tertarik dan yakin kepada kita.

  1. BU (Beasiswa Unggulan)

Beasiswa unggulan ini merupakan beasiswa yang di biayai oleh Dinas pendidikan. Prospek dari program beasiswa ini ke depannya adalah menjadi pegawai dan staff pendidikan di indonesia.

  1. PMDS-3

Merupakan program yang khusus mencetak lulusannya menjadi doktor, tetapi program ini khusus beasiswa di indonesia sendiri

Jika kurang jelas mengenai beasiswa dapat di cek pada laman berikut

merupakan web untuk info beasiswa Inggris dan untuk tenaga peneliti

biasanya kita akan mendapat supervisior, dan mendapatkan bantuan dana untuk pengembangan riset

Mulai Darui Merangkak

Posted on

ya benar  sekali kata, pak budi rahard ini. kalau ingin populer ya butuh waktu dan usaha. pertama harus diawali dengan merangkak. memulai semuanya dari awal, susah pasti. iya susah. saya juga begitu dalam menulis blog terutama. entah sekarang intensitas penulisan saya malah semakin menurun dan topik-topiknya juga tidak terlalu menarik lagi..
tapi ya biarlah yang penting saya berusaha buat istiqomah nulis nya… hehe.
baca punyanya pak rahard ini… bagus kok

Mulai Dari Merangkak

Membaca berita akhir-akhir ini dan mengamati di sekeliling saya, fenomena ingin cepat sukses nampaknya kental sekali. Orang ingin bisa ini dan itu dalam waktu singkat. Banyak yang ingin sukses, sekarang juga! Ya, kalau sekedar ingin saja sih tidak apa-apa. Namun jangan kecewa jika keinginan dan kenyataan berbeda.

Memulai sebuah usaha harus dimulai dari bawah. Menguasai sebuah ilmu atau keahlian juga harus dimulai dari belajar. Untuk berlari harus dimulai dari berjalan. Sebelum itu harus merangkak dahulu. Dalam bidang apa saja sama juga. Mau jago main musik, olah raga, menulis, ngeblog, pidato, memimpin, kecuali tidur, semuanya harus dimulai dari “merangkak”.

Ini semua tentunya membutuhkan waktu dan usaha. Waktu untuk setiap orang berbeda. Ada yang ordenya harian atau bulanan. Ada yang tahunan dan bahkan belasan tahun. Namun soal usaha, semua orang yang sukses berusaha secara serius. Tanpa usaha, ya waktunya bisa molor sampai tiada ujungnya. Heran saja melihat orang yang maunya minimal dalam berusaha, tetapi mau dapat hasil maksimal. he he he.

(Catatan kaki. Kalau web Anda ingin populer, ya butuh waktu dan usaha. Tidak bisa dengan modal ndompleng saja.)