Yok Jalan!

Posted on Updated on

DIAH AYU KINASIH·12 FEBRUARI 2016
Catatan ke empat dan postingan kesekian aku yang nggak pernah bener. Jujur entah kesambet apa aku tau-taunya ngeposting catatan kayak gini di Facebook, ya tau nggak sekarang aku udah mulai males bikin status-status nggak jelas “otw, semarang” “lagi males..” atau apalah itu udah nggak ada inspirasi buat update-update status kayak gitu (beneran). makanya bikin catatan-catatan nggak jelas kayak gini, jadi sekalian aku nulis biar makin panjang nggak. biar makin males yang baca, tapi pastinya ada yang baca. walaupun segelintir, seekor, sebuah dan walau seorang yang baca catatan ku.
Akhir-akhirini aku sering menyadari, bahwa aku sering merenung. pengen pulang?, KRS an gimana caranya?, Oprec organisasi di jurusan datengnya keroyokan?, Kaderisasi kapan kelarnya?, Hingga ada hubungan apa Pak Doswal yang mirip sama Pak Tesla? (mungkin, pak Doswal anak dari cucu, cucunya Pak Tesla Ngarang -_- ). dan dapat saya simpulkan “Galau Detected” dan aku butuh Piknik. oke. tapi halini nggak bener-bener terrealisasi, sebenernya aku juga pengen jalan-jalan yang jauh, naik gunung ini gunung itu habis itu selfi di puncak gunung. Tapi nggak masuk kawahnya loh ya. kalau nggak nungguin ada yang ngajak keluar, “ayok travelling ke situ yok, buat ada air terjunnya ada bangkai pesawatnya ( sekilas info : Dapat kabar dari anak-anak malang, katanya ada pesawat yang jatuh dan kayaknya seru juga kalau aku di ajak lihat bangkai kapalnya. Nggak penting!) tapi kembali lagi, nggak ada yang ngajakin.
Ditenggah kegabutan ku yang meraja, hanya laptop kesayangan ku yang mengerti. yang setia nemenin aku, ngedit, browsing, makan, minum berjam-jam juga betah kalau sama ni orang. tapi yang namanya orang, sekali lagi piknik, liburan, jalan-jalan dan nyantai sama Manusia. dan sasaran ku ya siapa lagi si Ria anak Jambi KW (KW iyalah KW anak jambi kok mudengnya bahasa jawa. tapi kasihan juga ni anak, mungkin dia hanya dapat menerka-nerka seperti mahasiswa perantauan pada umumnya. yang hanya menganggap pulang hanya mitos belaka.) yang nggak pulang-pulang. tentunya sama kurang kerjaan, kurang perhatian dan kurang liburan.
Perjalanan awalnya mulus-mulus saja, nggak ada yang aneh. cuma kita aja yang aneh, keluar jalan tapi nggak tau tujuannya mau ngapain. sejaman di pasar johar cuma muter-muter pasar nggak jelas, di tambah hujan gerimis air bergelombang. inisiatif Beli Es ( kurang di kader mungkin?, hujan-hujan minum es. Keblondrok sisan. ibuknya juga nggak kira-kira ngasih harga. 30.000 melayang hanya untuk es.) Pulang… Pulang… udah nggak tahan dengan kondisi jalan-jalan yang gaje ini. sialnya, aku yang nggak tau apa-apa malah nyasar nggak jelas. awalnya kita naik BRT dari depan Gramedia, tanya mbak-mbak yang di Halte, sepertinya aku udah ngerti arah-arahanya mbaknya. Nanti transit lewat sini kemudian naik yang searah Tembalang. Jujur, disitu aku nggak ngerti masalah Transit sana- Transit sini (Ndeso, biarin :p ). aku cuma pengalaman naik BRT hanya waktu mepet-mepet doang kalau pulang kuliah, itupun terhitung deket. Eits, tenang aja. masih ada bapak-bapak yang sejalur dengan kami. Tenang kan. tapi ketenagan ini nggak berlangsung lama. sampai kami menyadari, seisi penumpang BRT sudah turun meninggalkan kami. “Nggak turun mbak” Kondektur BRT. “Loh pak Tembalang, ungaran mana ya pak?”. “Ini Terminal Terboyo mbak, ini semarang timur (semarang mana ya? bodo amat nggak tau) tembalang itu semarang selatan (Ndeh nggawur nggak). Hanya satu yang aku ingat dari seorang teman yang mewanti-wanti ku “Ati-ati lk suci karo Ria jalan-jalan bareng, mbuh nyasar teko endi ae mengko” dan tara… omongan mu mungkin ada benarnya kawan.
Nggak tau apa yang aku pikir, jelas aku panik. udah nyasar nggak tau tempat, nggak tau jalan. Tapi tetep aja sok cool nahan kepanikan, hingga kami ketawa-ketawa kayak orang gila didalam BRT. seisi penumpang mungkin nggak memperhatikan, nggak tau juga sih kan kita udah nggak ngurus lagi. waktu SMA (masa paling seneng mbolang sana sini walau pun nggak ada duit. hehe.. Bis mania), juga pernah sih ngalamin kejadian yang kayak gini tapi bedanya saat itu aku sama si comek terjebaknya sama anak-anak SMA Umum pulang sekolah jadi setidaknya ada untungnya. Nah ini, ini beda ceritanya. ini sama-ibu dan bapak yang baru pulang kerja. Namun.. ada hal yang lain juga ketika mengalami tragedi seperti ini setidaknya aku bisa jalan-jalan disemarang kota. “Ketika kamu memahami dari Traveling adalah terkadang kau akan menemukan dirimu di situasi yang benar-benar aneh dan baru- tidak ada sama sekali dengan hidupmu yang sebelumnya. karena itulah kau pun segera merasa menjadi orang yang baru juga sepenuhnya” . singkatnya seperti itu melewati tempat-tempat baru yang belum pernah engakau jumpai sebelumnya merasakan kondisi batin yang tidak pernah engkau rasakan sebelumnya. Lalu ketika engkau telah melewati itu semua pun akan baik-baik saja dan kembali seperti semula dengan kisah yang tak pernah engkau buat sebelumnya hhh..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s