Perjalanan SBMPTN

Posted on Updated on

Nah, dulu pernah nih suka sama something. Awalnya sih biasa-biasa saja sampai [semester 4 – Kelas XI] eh, akhirnya suka beneran. [Januari-februari-maret ] bulan-bulan paling sering konsultasi ke ustadz untuk nyari pencerahan. Bulan februari, setelah semua berkas siap. Karena, nggak mungkin dong aku ngelamar something [yang selanjutnya di sebut Dia] dengan tangan kosong. Nilai Raport, Sertifikat dan Gambar Design [pokoknya ada yang dilampirin untuk jurusan yang mengharuskan, entahlah forget it -_-]. Klik…  klik… udah kelas. Nervous nggak? Nervous lah, bayangin aku ngeklik-ngeklik jurusan di depan ustadz. Dan aku milih Dia, iya karena aku calon Engginer [walau sekarang saintis :)]. Kemudian nagapain lagi. Oh iya dari Februari-Maret-April-Mei. Masa-masa nunggu pengumuman di selingi, Ujian baik Ujian Sekolah, Ujian Madin, Ujian Syafahi, Ujian Nasional. [LUPAKAN PEMBUKAAN ANEH INI YA]

[09 Mei 2015. 17.00 wib] Pengumuman antara aku ditolak atau diterima akhirnya datang [Dan rasanya ini sungguh melelahkan, gimana nggak melelahkan? Wong daftar bulan Februari, di kasih kepastiaannya bulan Mei. Ditambah lagi  dari pukul 07.00-12.00 ada ujian dari orang lain. Berat… Berat…] di web SNMPTN tertera “Pengumuman dapat di lihat pukul 17.00 WIB” . Tapi oke. Nggak Bisa di akses, Server Down Ribuan orang  ngakses web yang sama, Walaupun ada portal disana sini tetap aja eror. Tetapi pada akhirnya web sakral pun terbuka, Masukan NISN, Tanggal Lahir dan “Selamat anda DITOLAK” [sumpah.. disaat itu aku pengen nangis kenceng sambail banting nih komputer, Tapi berhubung posisi di Warnet, mau nangis malu juga. Padahal 05 Mei kemarin aku juga udah jadi korban penolakan dari tetangga nya Dia itu. Padahal udah optimis banget , bakal masuk dah. Ditambah LCD Laptop pecah {perjalanan panjang mendaki gunung dan menyusuri lembah dari asrama ke rumah  yang melalui jalan berbatu yang lebih rusak dan parah dari sekarang. LCD Laptop ku pecah}  [nyebelin lagi 2 temen sekelas ku masuk dan nggak di ambil lagi ].  Dan naasnya bukan Cuma aku aja yang jadi korban penolakan, tapi termasuk ribuaan orang. Gilak ini mah pembantaian besar-berasaan . hanya  4 dari 27 orang yang selamat dari peristiwa ini,  sedangkan yang lain mulai depresi, stess, Nangis berkepanjangan  dan akhirnya memutuskan kembali untuk balik ke Asrama.

Akhir perjuangan panjang menanti SNMPTN telah usai, Eittss… Namun belum selesai perjuangan untuk mendapatkan Dia. “Andai saja aku masih punya kesempatan kedua…” dan ini terealisasi beneran, dan nampaknya ini jauh lebih menyakitkan karena jumlah pesertanya kian meningkat dan ditambah soal-soal yang kian menggoda [menggodaa untuk ditinggalkan :v].

[Keadaan  Asrama Gaza Pasca SNMPTN]

Asrama yang dulunya bersih, cantik kaliini terlihat sedikit berbeda Lemari, Buku, Kasur, Bantal, Guling Berserakan. Penghuni Baru berdatangan [tahukan tikus yang pernah di upload oleh amilinda sekitar Mei 2105 lalu -_-]. akhirnya bersih-bersih pun dilakukan. Oh iya… masih banyak teman sepenanggung dan seperjuangan yang dibuat terluka oleh something idaman. Monika, Dian, Amilinda, Lila [awalnya Intan dan lu’lu’ juga ada, karena udah di acc jadi mereka mundur -_-] juga ikut ngungsi di asrama buat instropeksi, revisi diri, cari motivasi, cari teman belajar, cari Makanan gratis [eh.. salah deng  :v] dan ini sekali lagi buat yang namanya memperjuangkan something. [sepekan diasrama] yang aku rasa temen-temen ku ini sudah mulai berubah psikisnya , tiba-tiba nangis sambil guling-guling di kasur, treak-treak nggak jelas, Diem nggak mau bicara sampai sering di marahi ustadz Rochim [gimana, nggak marah posisi isteri Hamil (sekarang udah lahir anak nya lucu banget kayak ustadz :D) Malah tamu tak di undang jam 11-12 malem malah ketawa hihahihi -_-]. Selain kondisi psikis anak-anak yang mulai diatas ambang batas normal, kondisi Moneter di sini pun makin amburadul. Nasi dari Mak’e [ Ibu-Ibu yang ngurusi Konsumsi] juga udah mulai seret [nampaknya mereka mulai lelah dengan anak-anak nggak jelas macam kami yang kadang makan kadang nggak, tapi maklum lah Mak kami sedang labil], untung saja kami masih punya tetangga yang manis dan baik hati [Adek-Adek kelas VII] yang mau sedikit berbagi kepada kami. Oke masalah makan sudah teratasi, namun ketika masalah satu datang masalah yang baru akan tercipta. “Masalah  tidak dapat di ciptakan dan di musnahkan, hanya saja dapat di ubah menjadi bentuk masalah yang lain” [lupakan hukum nggak jelas ini :3], sekarang yang jadi masalah adalah “keterbatasan Air Minium -_-“ sebenernya kalau mau beli juga bisa, berhubung anak-anak asrama yang suka males ngeluarin uang, hal ini juga didukung oleh seretnya anak asarama-nan yang terbatas [hidup disini saja, serba memanfaatkan barang warisan dari anak-anak yang udah boyong :v]. Finally, Galon Air milik anak-anak yang sudah boyong dan nggak balik ke asrama dengan senang hati kami jual [dengan catatan  *mendapat  izin pemilik galon*, iya lah. Jika nggak kena semprot anak-anak asrama yang ngamuk-ngamuk :3].

Itulah kehidupan asrama yang katanya kelam tapi juga menyenangkan. Balik lagi  usaha untuk menjemput si-Dia itu Anak-anak asrama mulai serius  Program Sukses SBMPTN yang kita galang bersama. Serasa Asrama Gaza pun jadi posko penanggulangan Anak-Anak Rindu PTN. Kegiatannya muali Diskusi soal bareng, bimbingan Bareng Ustadz Abul, Ustadzah Anna dan Ustadzah Rully [yang mau meluangkan waktunya buat ngajar anak-anak seperti kami 🙂 ], nyari soal-soal di internet, Minta soal-soal Latihan SBMPTN dari  anak-anak yang ngikut bimbel [waktu itu ada si Galuh yang waktu itu udah dapet kursi di PT jadi semua bukunya di kasih ke kita buat belajar. Hanya saja belum sampai akhir belum sempat terjamah semua 😦 . Ada lagi pipit yang emang rajin bimbel di salah satu bimbel yang bagus (sebut saja GO. #frontal Maap pit,mbak ayuk -_-), yang suka ngajak temen nya buat mampir dan nggasih soal BIMBEL nya buat di foto kopi. Hmm… so sweet :*] dan ngajarin tetangga sebelah yang baik banget sama kita [kakak yang baik kan :v]. Pendaftaran SBMPTN 2015 udah buka, dari awal bulan malah dan kami ber-5 Cuma santai [walaupun nggak santai sama sekali] masih ragu amu daftar sekarang atau besok  atau besoknya lagi atau mungkin nggak usah daftar sekalian.selain ini Asrama juga jadi tempat persinggahan anak-anak yang udah dirumah, dan mulai bosan dengan liburannya. Asal kalau dateng ke asrama bawa makanan. Hahaha…

[warnet, Veteran depan LPI-Alfatimah]

Sebenarnya nggak mau di warnet daftarnya, berhubung wifi Asrama lagi Eror larinya ke Warnet. Aku, Monika dan Amilinda mencoba untuk daftar. Dan diwarnet pun “geger” nyamain ukuran foto sama contoh sampai sejaman -_- [masih inget orang yang di jadiin contoh sampel buat foto SBMPTN 2015 kan. Kira-kira siapa gerangan? Kuliahnya dimana? (nggak mau ngapai-ngapain sih, pengen nanya gimana perasaannya ketika di jadiin contoh kayak gitu)]. Kelar. Balik lagi ke Asrama. Dan… bertemulah kami dengan Ustadzah Puji [nggak tau kenapa takut kalau lihat orangnya :3].

Amilinda          : cah  ustadzah

Monika            : Halah-lah lak wis metu to

Aku                  : lek di konkon ngeresiki Lab. ayok ditinggal kabur

Ustadzah         : Dari mana Nduk??

Kami                : Daftar SBMPTN Ustadzah [ keringat dingin keluar]

Ustadzah         : kalau bawa HP hati-hati jangan di kelihatin Adeknya

[alhamdulillah. untung. Terakhir Monika dan Elita bikin pertanggung jawaban bersihin Lab selama seminggu karena telat masuk gerbang. Tapi, kita kan udah lulus ya jadi nggak dapet takdziran-lah :v]

Asrama mulai sepi. Anak- anak mulai dapet pencerahan di terima disana, sini. Aku dan anak-anak diasrama?. Kami ikut senang ketika anak-anak udah dapet jalan. Namun juga nangis nggak karuan menunggu kapan kami dipertemukan. Sampai muncul keinginan buat juat almari dan kasur ynag nggak terpakai [lalu opo hubungan e ?]. “sabar nduk… Percayalah kalian adalah orang-orang terpilih yang di berikan kelapangan dada yang luar biasa. Insyaalah kalian pasti di berikan jalan yang lebih indah dari kesabaran kalian” kata ustadzah yang senantiasa membuat kami berfikir lurus.

[tes SBMPTN, 09 Juni 2015]

NOTE : nggak ikut Wisuda 15 juni 2015 [aku, amik,monika, yustin] nggak siap ketemu anak-anak -_-

[Nunggu Penggumuman…]

Nah, masa-masa menunggu itu yang nggak enak Lamaaaa… Banget. Tapi selain nunggu ini ada beberapa cabang yang juga  tinggal nunggu kapan keluar daunnya.  Yang di A “SELAMAT ANDA GAGAL”, B “SEDIKIT ANDA LAGI BERUNTUNG” . capek ditolak terus… [omongan tetangga disana sini, guru disana sini juga ngomongin “kok si ini belum dapet kuliahan”, bahkan pikiran ku pun ikut ngomongin diri aku sendiri (hhh… nggak lah, aku nggak segila itu :v)].

[09 Juli 2015. 17.00 WIB] penggumuman SBMPTN. Kaliini  ngerasa biasa banget, udah tawakal sama Allah “kalau kamu mau nerima aku ya  Alhamdulillah, seumpama enggak ya ada jalan yang lain buat aku”. Malah nggak pengen buka, pengen bukanya nanti aja di tanggal 9 Agustus biar makin someting :3. Selepas Maghrib. Dan lagi-lagi Masukkan No SBMPTN, masukkan tanggal lahir dan surprise “SELAMAT ANDA DI TERIMA DI FISIKA-UNDIP”. Yey!! Dan akhirnya nangis juga dan ini nangis yang durasinya lebih lama dari pada kejadian penolakan-penolakan tersebut. Yang akhirnya  aku ditolak lagi oleh-Dia yang udah aku suka sejak lama. Dan rasanya Lebih sakit dari ditolak dan diputus pacar [lah, emang  pernah :v.#aishh… lupakan -_-]. Rasa-rasa nih kayak ada 2 kubu yang nasehatin supaya ngambil dan satu lagi ngopor-ngoporin suruh memperjuangkan lagi buat Dia. tau lah hati aku udah keburu sakit  dan aku harus coba lagi,  tapi tetep nggak bisa Move On [Postingan ini semakin nggawur nggak tau sampai mana arahnya :3]. Yang bikin berat adalah ketika berkas pendaftaran udah kelar dan, masih ada secelah harapan untuk masuk ke program lainnya Dia. Tapi insyaalah, Lillah… aku berangkat ke tempat yang enggak aku tahu sama sekali.

“Life is a Climb”. Bener ya, hidup itu seperti pendakian. Orang lain hanya tau ketika kita sudah ada di puncak, namun tak mengerti cara kita untuk sampai ke puncaknya. Begitu pula sama kita, orang-orang diluar sana hanya tahu  “oh.. itu masuk sini, ini masuk disitu” tanpa melihat proses bagaimana kita mencapainya. Saya yakin kalian-kalian juga [tentunya :)] punya kisah yang lebih inspiratif [emang ini inspiratif apa -_-]. Biar postingan ini nggak mubadzir ada beberapa hal yang bisa diambil [nggak juga, nggak papa kok. Saya nggak akan marah :). Beberapa kata juga tidak dapat ditarik hubungan antara kesimpulan dan postingan diatas. (#lha awakmu gawe kesimpulan, mbok gawe opo cah?) ]

  1. Percayalah bahwa hasil tak kan mengkhianati proses

Jadi selama kamu berproses yang bener, insyaalah hasil yang kamu dapat juga bener juga kok.

  1. Walau pun kesempatan itu seperti awan, yang tidak pernah datang dua kali dalam bentuk yang sama. Namun kesempatan itu selalu ada, walau pun kalian gagal yakin “jika pintu yang satu tertutup, pintu yang lain akan terbuka”. Aku pernah di kasih motivasi dan ini greget banget [menurutku, ceillah :v]

“Kegagalan Nggak perlu diratapi, Ditangisi

Cepet Revisi, Inovasi. Bangkit lagi” [biasa ae yo… ]

  1. Jangan terlalu berlebihan menyukai sesuatu

Nah ini, bener! Ketika kita suka sekali, suka banget, seneng tenan. Kalau ngak bakal dapet kecewannya luar biasa, akhirnya nggak bisa Move On. Gagal move on yang berkepanjangan juga beakibat fatal bagi mahasiswa. Contoh aja aku [wew-_-. Emang iya apa :3]. Ketika kamu nggak bisa  atau nggak cepet nge-lewat-in fase ini yang bakal terjadi [walaupun nggak semua orang ngalamin kayak gini, dan ini  parah-parahnya] adalah nggak bisa fokus ngejalanin kehidupan yang sekarang seharusnya dijalanin. (piye toh cah? Aku rak mudeng maksudmu). Waktu di kampus, Cuma setengah-setengah. Ogah-ogahan kuliah… [stop jangan dilanjut, sepertinya ini bisa jadi bahan di tulisan yang lain :v]. Pokok e intine rak penak, lek gak isok cepet move on hahaha…

  1. Legowo..

Terkadang apa yang kita harapkan tidak sejalan dengan apa yang terjadi, tapi selalu husnudzan ya… belum tentu apa yang kalian harapkan adalah hal yang terbaik buat kalian. Ingat “Allah memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Ada rencana lain yang Dia janjikan, yang lebih indah dari pada rencana-rencanamu”. (lah terus lapo awakmu duwe pikiran jajal SBM maneh?). sebagai seorang Mahasiswa Baru [yang istilah ini menurut saya sudah tidak cocok lagi. Iya lah saya sudah mahasiswa rek, cah , cak entah itu baru atau lama. Oke!] selalu akan ada niatan untuk coba lagi, dan lagi memperjuangkan sesuatu yang sudah jadi impian sejak lama. Entah itu Cuma sebatas coba-coba atau coba beneran. Berarti adek kelasnya harus siap-siap dong

  1. Akan selalu ada orang terdekat kalian yang akan selalu mendukung, menyemangati, membimbing kalian. So, jangan kecewakan mereka :).

[Sekar, 30 Januari 2015]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s