Ayo Menulis dari Sekarang

Posted on Updated on

Sekarang saya lagi senang-senangnya menulis, menulis untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan atau hanya untuk mengisi waktu luang yang kurang termanfaatkan. Saya sebenarnya juga tak pandai menulis, merangkai kata-kata tapi apa salahnya mencoba men-dokumentasi-kan sedikit kisah perjalanan saya selama kuliah di Universitas Diponegoro. Awalnya hanya ingin sekedar nulis ecek-ecekan yang penting jadi, namun ketika melihat blog-blog milik rekan dan kakak tingkat yang sudah lebih dulu hijrah ke dunia tulis-menulis. Akhirnya saya mencoba untuk  menulis yang  bagus dan berbobot.

Menulis sebenarnya mudah, hanya mengembangkan pokok dari tema yang kita ambil. Kemudian, mengembangkannya sesuai dengan gaya tulisan kita. Hanya saja dalam menulis juga banyak kendalannya, seperti kegiatan yang nggak beraturan datang nya atau mungkin karena sudah malas untuk menulis. Sehingga dalam keberjalanan kita dalam menulis menjadi naik turun dan membuat kita malah lambat-laun meninggalkan dunia Tulis-menulis.

Nah, ada beberapa tips untuk kalian yang baru menulis seperti saya. Tips ini saya ambil dari http://www.iskandarzulkarnain.com/2016/02/muara-dari-tulisan-membuat-buku-dok.html#more yang  semoga bisa membantu meningkatkan kualitas dalam menulis. Dan selalu dapat konsisten dalam menulis.

Satu, Konsisten.

Jika kita sudah memiliki niat untuk menulis. Pegang niat itu dengan seteguh-teguhnya. Kosisten dengan apa yang sudah diniatkan. Lalu, lanjutkan dengan langkah berikutnya. Konsistensi. Artinya, niat yang sudah konsisten kita pegang itu, mulai direalisasikan dengan tindakan nyata.

Dua, Buat Jadwal Menulis.

Inilah langkah konsisitensi itu, buat jadwal menulis. Tentukan sendiri waktu yang menurut kita paling tepat. Lalu, patuhi waktu itu. Pada waktu yang sudah ditentukan itu, buatlah tulisan, apapun bentuk tulisan itu. seberapapun itu hasilnya, dengan ada ide menulis atau tanpa ide menulis. Jika, tulisan belum selesai, maka di save untuk dilanjutkan pada jadwal menulis keesokan harinya. Jika tanpa ide, juga di save, agar pada jadwal menulis keesokan harinya, diharapkan idenya sudah muncul.

Dengan mematuhi jadwal yang sudah kita tentukan itu, maka akan terbentuk sikap disiplin diri, akhirnya menjadi rytme tubuh, yang jika tidak terpenuhi, maka tubuh meminta untuk dipenuhi. Seperti orang yang biasa makan pada jam istirahat, maka meskipun dia sarapan dengan menu berat pada jam 10 pagi, pada waktu istirahat, tubuh minta untuk diisi dengan makan siang.

Tiga, Tentukan target Capaian.

Langkah selanjutnya, jika kita sudah mampu mendisiplinkan diri dengan jadwal menulis, maka tentukan capaian yang akan dicapai. Misalnya satu halaman A4, atau dua halaman A4 atau tiga halaman A4. Bisa juga dengan ukuran jumlah kata. 1000 kata, atau 2000 kata atau 3000 kata dan seterusnya. Atau dengan target waktu. Misalnya dengan memberikan waktu minimal, setiap kali kita menulis. Minimal 30 menit, minimal 1 jam dan lain sebagainya.

Untuk pembaca, yang seusia saya, tentunya sangat kenal dengan novelis kondang pada masa itu, Barbara Cartland. Novelis bangsawan Inggris ini, sangat produktif, jumlah karyanya bejibun. Ternyata, dalam sehari Barbara Cartland, hanya menulis dua jam. Beda antara Barbara Cartland dengan kita, beliau menulis setiap hari dengan disiplin waktu yang ketat. Baik jadwalnya, maupun lama menulisnya.

Empat, Waktu menulis adalah untuk menulis.

Sudah menjadi hal yang sangat umum. Bahwa media sosial, bagian yang sangat akrab dalam kehidupan kita. Efek posistifnya, jangan tanya, sangat banyak, meski hal negative tentu ada, terutama ketika menulis. Matikan semua medsos, FB, Twitter, WA dll, Fokuslah ketika menulis. Waktu menulis adalah menulis. Tumpahkan seluruh perhatian dan pemikiran pada tulisan yang sedang kita garap. Abaikan untuk sementara hal yang lain.

Lima, Bergabung Dengan Komunitas Penulis.

Ada adagium yang bagus, untuk mengetahui siapa seseorang itu, lihat siapa temannya. Begitu juga kita, sebagai penulis, maka gabunglah dengan komunitas penulis. Jumlahnya bejibun, baik itu di FB, WA, Komunitas dunia nyata dll. Untuk apa? Pada komunitas ini, kita dapat banyak belajar, baik yang berupa teori maupun praktek. Sharing pengalaman penulis akan memperkaya bathin kita, sekaligus motivasi bagi kita, untuk terus berkarya dan memperbaiki apa yang telah kita lakukan selama ini.

Tak ada cerita yang benar-benar tamat, tak ada belajar yang benar-benar selesai, dan komunitas itu, ajang bagi kita untuk selalu menambah ilmu, menambah hal-hal praktis yang perlu dilakukan.

Enam, Membaca sebanyak Mungkin.

Jangan terjebak dengan kalimat diatas. Jika kita membaca semua buku yang ada, maka habis usia, sementara buku yang ada belum semuanya habis terbaca. Maksud saya, bacalah sebanyak mungkin hal-hal yang berkenaan dengan tulisan yang sedang kita garap. Tujuannya jelas. Agar memperkaya tulisan kita. Agar tulisan kita, tinjauannya bisa dari berbagai sudut. Sumbernya akurat dan dapat dipercaya.

Tujuh,  Menulislah sekarang juga.

Setelah beberapa hal berkenaan tentang menulis kita ketahui, tunggu apa lagi? Mulailah sekarang juga. Jangan tunda lagi, jangan tunda apa yang sedang “hangat” ini menjadi dingin, lalu basi dan dilupakan.  Selamat memulai sobat !!! 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s