Month: February 2016

Susahnya Memunculakan Ide PKM

Posted on Updated on

Ide Kreatif adalah sebuah pemikiran yang unik, beda dari yang pernah ada serta bermanfaat. Sekalarang di Semester kedua saya kuliah ini muncul lagi program bergengsi antar Perguruan Tinggi di Indonesia. Yakni program PKM (Pekan Ilmiah Mahasiswa), yang merupakan sebuah kesempatan dimana para mahasiswa menyumbangkan ide-ide kreatif mereka dan menghasilkan sebuah karya yang akan di kembangkan menjadi suatu karya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

semester satu kemarin ada program yang PKM juga yakni PKM-5 Bidang. Yang saat itu, memang sebagai mahasiswa baru di UNDIP terutama FSM dituntut untuk mengupload minimal 1 Proposal. Dan dalam setiap menulis sebuah PKM atau LKT yang pertama kita lakukan adalah menentukan Tema atau sebuah Ide untuk karya tersebut. Dan disanalah saya merasa betapa sulitnya menciptakan sebuah ide, karena dalam ide tersebut harus keatif dan Realistis. Ya mungkin karena menjadi seorang mahasiswa baru yang masih kurang ilmu dan pengalaman. Apalagi saya yang memang tidak punya background sama sekali dalam bidang karya tulis ilmiah.
Namun akhirnya, ada sesorang kakak tingkat tentor Cluster PKM saya. Kakak oki ade putra, yang kebetulan sejurusan fisika dan sering menang Lomba Karya Tulis Ilmiah diamana-mana yang akhirnya menyumbangkan sebuah ide yang beliau susun untuk kelompok saya. Walau akhirnya pada pengumuman PKM 2015 kemarin belum didanai.
Semester II ini datang lagi program PKM lain yankni PKM GT dan AI. Dan lagi-lagi saya masih mencari ide yang pas untuk karya tulis yang PKM tersebut, sebenarnya saya juga nggak terlalu niat untuk yang program PKM GT-AI namun tuntutan organisasi yang mengharuskan untuk mengupload PKM. Akhirnya juga harus berfikir lagi untuk mencari Ide, walaupun sekarang juga belum muncul-muncul.

“Dalam satu hari sempatkanlah waktumu sebentar untuk berpikir kreatif”.

Kisah Ustadz

Posted on

kisah pilu seorang ustadku di sekolah dulu, beliau yang mengenalkanku tentang asyiknya pelajaran fisika , memberi inspirasi dan motivasi hingga sekarang saya menjadi mahasiswa fisika. Semoga beliau sekeluarga selalu diberi kebahagiaan dan kelancaran rejeki. Amin

‪#‎SECUIL ‪#‎MASA ‪#‎KELAMKU
Cerita ini adalah kisah hidupku, kuceritakan kembali hanya untuk memberi semangat kepada teman-temanku yang kehilangan orang tercinta. Setiap orang pasti pernah terpuruk dan terjebak dalam jurang kesedihan, tetapi jangan biarkan keterpurukan dan jurang ini menenggelamkan kita. Jadikan keterpurukan dan jurang ini sebagai wahana untuk belajar meloncat, meloncati setiap kesusahan dalam kehidupan. Maka bersemangatlah dan jangan perputus asa.

Saat itu usiaku 10 tahun, karena himpitan kemiskinan dan jeratan rentenir kedua orang tua dan dua kakakku merantau entah ke mana. Mereka jarang sekali pulang, kalaupun pulang biasanya tengah malam dan berangkatnyapun sebelum matahari terbit…katanya mereka takut ditagih utang. Aku tinggal di rumah bertiga dengan kakak dan adikku yang berusia 6 tahun. Tinggal bertiga tidaklah mudah karena kami harus mencari makan sendiri, orang tua kami tidak meninggalkan bekal yang cukup untuk kami makan. Lapar adalah makanan kami sehari-hari.

Hari itu seperti biasa, sepulang sekolah aku bekerja mencari ikan untuk dijual dan dibelikan sepiring nasi. Adikku selalu menemaniku kemanapun aku pergi, dia adalah adik perempuanku satu-satunya dari lima bersaudara, kesekolahpun dia ikut. Tetapi hari ini aku mengambil keputusan yang akan kusesali seumur hidupku. “Duk kamu pulang dulu matamu sakit itu lho…kamu istrirahat saja dirumah bersama kakta…” ucapku. “Ndak mau aku mau di sini saja…aku mau ikut pean nyari ikan di sini” jawabnya. Dengan nada agak tinggi aku memaksanya pulang “Duk…kalau kamu di sini matamu nanti tambah parah nanti tambah sakit….kamu pulang dulu kakak janji nanti tak belikan obat mata” akhirnya adikku terpaksa pulang dengan wajah cemberut.

Siang itu kupanjatkan doa semoga hari ini aku mendapat ikan yang melimpah dan dapat beli obat mata “AITO”. Allah mengabulkan doaku, setelah sore hari aku mendapat ikan satu ember, aku langsung berlari dengan penuh kebahagian menuju pasar di pinggir desa. Di pasar itu aku mendapatkan uang yang cukup lumayan dan sebagian ku belikan AITO. Ku pegang obat mata itu dengan rasa bangga, aku berjalan pulang sambil bersiul-siul kecil “Alhamdulillah akhirnya aku bisa beli obat mata…semoga adikku senang” gumamku. Tak berapa lama aku sampai di rumah, kulihat pintu depan tertutup dan terkunci. Ku coba memanggil kedua saudaraku “ KAK….pean di mana…DUUK…..” tidak ada jawaban sama sekali.
Aku merasa kuatir..dan berlari menuju pintu belakang, ternyata pintu belakang tidak terkunci, akupun masuk dan di sana kulihat…kakak dan adikku tergeletak di tanah bersimbah kotoran dan muntahan. Aku takut sekali kemudian keduanya ku angkat ke ranjang bambu. “Kenapa duk…kok bisa begini…Kak …kamu makan apa?” mereka berdua tidak menjawab. Kebahagian dan kebanggaanku hilang musnah berubah ketakutan yang mencekam. Bagaimanapun juga aku hanya anak kecil, aku tak tahu harus berbuat apa, hanya kubersihkan badan kedua saudaraku sambil berlinang air mata. Kedua saudaraku terus muntah dan buang air besar, aku hanya menangis dan membersihkan kotoran yang terus keluar.

Kira-kira pukul 07.00 malam tiba-tiba datang paklekku…”Lho kenapa ini” ucapnya, sambil menangis aku minta supaya dipanggilkan orang tuaku..kemudian bergegas paklekku berangkat. Kami hanya sendirian tentanggaku rata-rata orang kaya dan tak ada yang menyukai kami karena kami anak orang miskin, aku tak tahu mengapa mereka begitu membenci kami padahal kami tidak pernah mengganggu mereka. Waktu begitu lambat…kupeluk erat adikku yang mulai membiru…”Mboke…kenapa engkau begitu lama…lihatlah anakmu ini”. Tepat pukul 11 malam kedua orang tuaku tiba…tapi semua sudah terlambat adikku sudah membiru dan meninggal, hanya kakakku yang bisa dibawa ke rumah sakit dan selamat.

Aku terpaku dan kehabisan air mata, aku sangat membenci diriku…andaikan saja ku ijinkan dia tetap bersamaku …mungkin dia tidak akan mati. Penyesalan ini selalu menghantuiku….hari-hariku hanya ku isi dengan menangis..tak ada yang tahu mengapa aku menangis… mereka hanya bisa mencela. Tiap sore aku pergi ke makam adikku dan menangis di atasnya. “Duk maafkan aku” hidupku terasa tidak ada gunanya lagi hingga kuputuskan untuk mengakhiri hidupku ini. Ku harap dengan mengakhiri hidupku aku bisa menebus kesalahanku dan bertemu dengan adikku. Akupun naik ke pohon tertinggi yang ada di makam, sesampai di puncak aku melompat …kuharap kepalaku pecah dan aku mati. “BRUUKKK….” aku pingsan beberapa lama dan ketika bangun ternyata aku belum berpindah alam aku masih di dunia dan hidup, yang kurasakan hanya sakit luar biasa di bahu dan kakiku. “Kenapa aku tidak mati ?” gerutuku.

Tak puas dengan itu, ketika guru IPA ku bilang “..otot berwarna biru itu nadi anak-anak…kalian harus hati-hati jangan sampai terluka karena bisa berbahaya” sesampai di rumah aku langsung mencari sebilah pisau dan berangkat ke tempat sepi. Aku menuju Rawa Utara, setelah ku pastikan tidak ada orang kemudian kuiris otot biru di lengan kiriku. Darah mengalir deras…aku pun berbaring sambil tersenyum berharap segera ketemu dengan adikku. Entah aku pingsan atau tertidur…saat aku bangun, hari sudah malam, badanku gontai, aku berdiri dan kulihat darah yang keluar semua sudah mengering, aku kebingungan kenapa aku tidak mati?…

Berkali-kali ku coba mengakhiri hidupku tapi hasilnya aku tetap hidup…hingga akhirnya aku menyadari bahwa NYAWA yang ada dalam tubuh ini adalah milik ALLAH dan hanya ALLAH yang bisa mengambilnya. Kematian bukanlah kematian…kematian adalah kehidupan yang nyata, kematian adalah sebenar-benarnya hidup. Orang yang kita cintai tidaklah mati mereka hanya menuju ke kehidupan yang sebenarnya, tak ada yang perlu ditangisi karena mereka bahagia di dunia mereka dan jika tiba waktunya kita pasti akan bertemu dengan mereka kembali. Kesadaran ini membawaku kembali ke dunia baru..aku sanggup berdiri tegak di pinggir makam adikku dan berjanji “AKU TIDAK AKAN MENYERAH DAN AKAN TERUS BERJALAN”.

#Ustadz Abdul Wahab
#SMP Negeri 1 Sekar

Mahar

Posted on

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas nama perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi)

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.
#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu
#Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

v

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

Mahar

Resume Wisata Muslimah
@Masjid Kampus Universitas Diponegoro
Pembicara : Ustadzah Wulan
Hari, Tanggal : Selasa,24 Februari 2016

Mahar atau maskawin adalah hak murni bagi seorang perempuan ketika seorang laki-laki menikahinya. Dan dijelaskan dalam firman Allah:

“Dan berilah maskawin (Mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin)  itu dengan senanag hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati (An-Nisa’: 4)

Makna dari Mahar

  1. Upaya seorang laki-laki memuliakan calon isterinya

Syariat islam akan selalu menunjukan kepada idealisme. Dengan sikap tersebut akan muncul sikap menuntut kepada cita-cita dan prasangka baik kepada Allah. Seperti, menginginkan seorang suami yang sholeh, baik dan sempurna. Sehingga seorang manusia akan giat beribadah dan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Namun, ketika seorang manusia tidak dapat mencapai atau mendapat hal tersebut akan timbul fitnah. Sehingga Norma Idealisme ini harus di tempatkan pada akal. Tetapi kita sebagai orang muslim harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah. “Allah menggikuti prasagka hambanya”. Jika ketika kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap harus memegang cita-cita dan ideal syariah kita.

Ketika Rosul menikahi Khadijah, Beliau memberikan 300 ekor Unta. Dan ketika Rosul menikahi isterinya yang lain Beliau memberikan 500 dirham atau senila 600 gram emas 24 Karat.

Mahar adalah hak mutlak yang dimiliki oleh seorang perempuan ketika menikah, sehingga apabila terjadi perceraian, maharnya sudah menjadi milik perempuan itu dan tidak wajib untuk di kembalikan kepada suaminya. Namun berbeda dengan Cerai Khulu’. Cerai khulu’ adalah cerai yang di dasarkan atas naman perempuan yang meminta untuk bercerai. Dalam cerai khulu’ ini sang wanita ada tanggung jawab untuk melakukan pengembalian mahar atas pernikahannya.

“sebaik-baiknya wanita adalah yang paling murah maharnya” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi))

  1. Awal mula kerelaan nafkah syariah seorang laki-laki

Seperti yang sudah kita ketahui seorang wanita membawa separuh tulang rusuk seorang laki-laki. Sehingga seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan baik. Dalam kerja alam bawah sadarnya seharusnya ditanamkan dan dikelola dengan perasaan yang tidak goyah jika diterpa dengan angin yang kencang.

  1. Logika Kepemimpinan

“Perempuan membawa separuh tulang rusuk laki-laki”

Jika ia terlalu keras mendidiknya maka ia akan patah

Jika ia terlalu lunak mendidiknya  maka ia akan bengkok

 

Sekian Resume-an kajian wisata muslimah Masjid kampus UNDIP. Semoga bermanfaat dan semoga kita mendpatkan seorang pendamping hidup yang istimewa dan sesuai harapan-harapan yang kita lantunkan dalam doa-doa kita sepanjang waktu.

Sebenarnya ini belum lengkap-lengkap juga sih, karena kepotong kuliah pagi jadi harus meninggalkan kajian lebih dahulu.

#ayo.. semangat muslimah dalam beribadah menuntut ilmu

Insyaalah, kita dapat manfaatnya nanti J

 

Mengulas Makna Lir-Ilir

Posted on Updated on

“Bisakah luka yang teramat dalam ini nanti akan sembuh?
Bisakah kekecewaan bahkan keputusasaan yang mengiris-iris hati berpuluh-puluh juta saudara kita ini, pada akhirnya nanti akan kikis?
Adakah kemungkinan kita akan bisa merangkak naik ke bumi,
dari jurang yang teramat curam dan dalam? Read the rest of this entry »

Syair Seorang Ibu

Posted on

‪#‎Syair‬ ‪#‎Seorang‬ ‪#‎Ibu‬
‪#‎Untukmu‬ ‪#‎Anakku‬

“Taukah kamu nak, perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang laki-laki adalah perjalananan ke masjid. Sebab banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid. Karena banyak orang pandai dan orang pintar pun sering tidak mampu menemukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa ataupun ke Amerika. Mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australia, dan Korea dengan semangat yang membara. Namun ke masjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid. Karena para pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi sering mengeluh ketika diajak ke masjid. Alasan mereka pun beragam. Ada yang berkata sebentar lagi. Ada pula yang berucap tidak nyaman dicap alim oleh orang.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid. Berbahagialah dirimu wahai anakku. Bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid. Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki. Tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu menuju ke Masjid. Biar aku beritahu rahasia kepadamu. Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu.

Itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabimu. Perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid. Lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.”

‪#‎Kutipan‬ ‪#‎Cahaya‬ ‪#‎sejati‬ ‪#‎ataukah‬ #Cahaya ‪#‎semu‬
‪#‎Sunali‬ ‪#‎Agus‬
‪#‎Gerakan‬ ‪#‎Sholat‬ ‪#‎Subuh‬ ‪#‎Jamaah‬

Belajar dari Soe Hok Gie

Posted on

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” – Soe Hok Gie

Read the rest of this entry »