Kenapa nggak  UNDIP dari dulu?

Posted on Updated on

dipop.jpg

cukup sulit untuk menjawab pertanyaan ini, sehingga membuat saya memutar-mutar pemikiran untuk menjelaskannya.
awalnya saya idak tertatarik untuk memilih kampus UNDIP yan banyak sekali faktornya, seperti: 

  1. Jauh dari rumah

Sukup tidak masuk akal jika saya menjadikan “lokasi suatu kampus” sebagai alasan kenapa saya tidak mau masuk dan menjadi bagian di dalam nya. Karena, rumah saya “ditinjau dari letak daerahnya” juga ada di daerah yang ndeso.  Dan pada akhirnya mau tidak mau saya juga harus merantau ke luar daerah.

  1. Lain Provinsi

Masyaallah… jika saya menjawab saya tidak mau masuk ke UNDIP dengan alasan ini. ini sungguh terlalu sekali bukan. Istilahnya alasan ini sangat irasional  sekali. Ya, ada beberapa hal yang membuat saya ragu disini adalah perbedaan culture yang ada disini. Culture di jawa timur berbeda dengan yang di jawa tengah, culture di jawa tengah . ya hampir sama dengan yang di Bojonegoro. [Nah loh, jadi??]

  1. Nggak passion saya

Kalau yang ini mah, sudah tidak bisa di hilangkan lagi. Mau gimana lagi, yang namanya passion  nggak bisa dipaksakan oleh siapapun dong.

Why UNDIP, now??
saya hanya ingin coba-coba saja sebelumnya. Karena sudah kepentok belum dapat Perguruan Tinggi Negeri [PTN] akhirnya saya memilih UNDIP, dan ternyata ketika saya memilih dia [UNDIP, maksudnya]. Ternyata dia sudi menerima saya.

Selain hal tersebut, saya sebagai seorang Anak perempuan yang taat dengan orang tuanya. Saya menuruti pilihan dari orang tua saya, walaupun di awal SNMPTN saya “ngotot” dengan pemilihan saya . yang pada saat itu saya mati-matian berjuang untuk kampus lain di jawa timur. Sebut saja ITS. Dan benar sekali hadist ini

عَنْ عَبْدُ الله بن عَمْرٍو رضي الله عنهما قال قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: رِضَى اللهُ فى رِضَى الوَالِدَيْنِ و سَخَطُ الله فى سَخَطُ الوَالِدَيْنِ ( اخرجه الترمذي وصححه ابن حبان والحاكم)

Artinya: dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “ Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. ( H.R.A t-Tirmidzi. Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)[1]

 

Semarang, 08 januari 2015

UAS semester 1

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s